Minggu, 08 Agustus 2010

Perasaan seorang wanita

Kenapa sih hal yang kecil gitu aja dipikirin, kata suamiku ketika saya menceritakan kepadanya tentang perasaanku yang tidak enak mengenai makanan, 3 mangkok asinan dari hajatan tetanggaku untuk 2 anak lelakiku dan pembantuku. Wajar aja lah, kan kamu nggak ngambil sendiri, kamu diminta oleh tuan rumahnya untuk membawanya untuk anak-anak lelaki kita yang malu-malu untuk hadir pada hajatan itu. Iya sih, jawab diriku. Tetapi saya tidak enak ketikaku lewat pada beberapa kumpulan ibu-ibu tetanggaku yang sedang menikmati makanan pada hajatan tersebut. Memang itulah perasaan seorang wanita yang selalu lebih halus dibanding lelaki.
Mungkin terlalu dibesar-besarkan barangkali, tapi itulah kenyataannya, mungkin bagi orang yang cuek hal itu tidak menjadi masalah tetapi bagi sebagian wanita yang halus perasaannya mungkin hal itu bisa menjadi bumerang bagi kehidupannya sendiri. Termasuk mungkin bagi diriku, apalagi saya jarang bergabung dengan ibu-ibu yang ada di lingkunganku karena kesibukanku sehari-hari bekerja dari subuh sanpai datangnya magrib. Dibanding dengan ibu-ibu lain di lingkungan komplekku. Yang sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga sejati. Pernah juga saya berdiskusi dengan teman-tenan di kantorku, dan ternyata banyak sekali kesamaan dengan kehidupan bertetangga di lingkungan komplekku. Ya , wajar , wajarlah itu jawaban yang mungkin bisa membuat perasaan wanita kita tidak merasa tidak enak terhadap lingkungan di sekitar rumah kita.

Tidak ada komentar: