Sabtu, 20 Februari 2010

Kue Rangi

Siang itu setelah pertemuan dengan teman-temanku, saya pulang dengan dijemput salah satu anakku. Udara siang tersebut boleh dibilang tidak terlalu panas , bahkan cenderung akan turun hujan. Saya berpapasan dengan bapak tua penjual kue rangi. Pak, pak , beli pak, teriakku kepada pedagang tersebut. Bapak pedagang kue rangi tersebut berhenti. Sayapun turun dari motor. Satunya berapa pak? tanyaku. Satu papan terdiri dari 5 buah kue rangi , dijual dengan harga hanya Rp.1.ooo rupiah. Tidak terllalu mahal, tapi lumayan sebagai camilan di siang hari. Beli Rp. 3.000 saja pak, pesanku. Bapak tersebut membuatnya dengan gesitnya. Saya memperhatikan pak tua tersebut mengolah kue rangi tersebut. Memang tidak terlalu sulit, hanya segelas plastik berisikan adonan kue rangi yang terdiri dari parutan kelapa agak panjang sekitar 5 cm an dicampur dengan sagu Obeng dan sedikit garam. Adonan tersebut di tuangkan di atas cetakan yang terdiri dari 2 besi yang sudah dibuat lubang-lubang untuk adonan kue tersebut. Ditutup dan kemudian pak Tua tersebut meneteskan beberapa minyak tanah ke potongan kayu kedalam tungku pemanas adonan tersebut dan kemudian dibakar dan ditiupnya dengan suluh. Apipun mulai menyala membakar cetakan kue tersebut

Tidak ada komentar: