Kamis, 24 Desember 2009

Sang Pemimpi

Pulang setengah hari dari kantor, amatlah menyenangkan terutama menjelang hari-hari besar Agama, seperti menjelang natal tahun ini. Kantorku memberikan fasilitas tersebut terutama bagi yang merayakannya. Banyak teman-temanku sudah mempunyai planning untuk mengisinya. Ada yang janjian shopping ke mall-mall bersama dengan rekan-rekan dari kantor yang lainnya. Ada yang janjian makan bersama sesama teman kantor atau kerabat lama, dan ada juga yang ingin pulang langsung bertemu dengan amak-anaknya yang kebetulan sudah liburan sekolah. Banyak sekali aktifitas yang bisa dilakukan, yang pasti semua menyenangkan.. Begitupula dengan diriku, sebelumnya saya sudah berjanjian dengan teman dari kantor lain, tetapi berhubung harus menunggu sekitar 2 jam an lebih, dan untuk menghindari kebetean nunggu di kantor, sementara suasana kantor sudah sunyi senyap, akhirnya dibatalah janjian itu. Postphone sampai tahun depan.. Akhirnya, saya pulang bersama-sama 2 orang temanku yang searah. Perjalanan tidak terlalu ramai, hanya sedikit macet disekitar Gatot Subroto, setelah itu kosong. Tetapi untuk naik bis , memang agak susah terutama sekitar jam 13.00, karena jarang orang pulang kantor pada jam tersebut. Alhamdulilah , sampailah kami bertiga di Jatibening. Kami berpisah arah, saya naik bis lagi jurusan Bekasi Timur. Hpku berdering-dering, anakku menanyakan keberadaanku, karena dia tidak sabar untuk bertemuku. Akhirnya, 30 menit kemudian, sampailah saya di rumah. Anak-anakku sudah bersiap untuk mengajakku menonton Film Sang Pemimpi. Dengan tubuh agak sedikit lelah apalagi saya dalam keadaan puasa, pergilah kami berempat ke BTC. Kira-kira 15 menit, sampailah kami di BTC. Film, dimulai 15 menit lagi yaitu sekitar jam 14.45, tetapi sayang tiketnya hanya tersisa 3 lembar lagi, dan itupun harus duduk terpisah. Sementara session kedua baru ada lagi sekitar jam 17.20, lama sekali. Nunggu lagi sekitar 2.5 jam an lagi. berhubung tiketnya hanya tersisa 3 lembar lagi, akihirnya kita putuskan untuk menunggu session ke 2. Anak-anak mulai bete, anakku yang ke 2 sudah ingin pulang, sementara kalau pulang, memakan ongkos lagi yang sebenarnya bisa dihemat. Saya memutar otak, supaya anak-anakku tidak bete. Saya mengajak anak-anakku makan siang dulu di restaurant Menteng. Mereka agak sedikit terhibur, tapi sayang waktu menunggunya masih agak panjang , masih sekitar 1 1/2 jam lagi. Lalu, saya ajak berkeliling ke toko-toko yang ada di dalam BTC tersebut. Saya pikir sekalian juga mencari kebutuhan krudung dan baju muslim, apa salahnya, kan juga sudah ada budgetnya. Akhirnya, kami belanja krudung, baju muslim dan juga sprei yang kebetulan juga diperlukan. Jam sudah menujnjukan jam 16.45. Masih ada sekitar 30 menit lagi, anak-anakku sudah mulai bosan lagi, sementara suara merdu dari studio film tersebut terdengar memberitahukan bahwa studio 3 telah dibuka, anak-anakku kegirangan mendengarnya , mereka pikir mereka bisa masuk. Ternyata tiket film yang kita tonton adalah tiket untuk studio 1. Kembali lagi mereka kesal, kok lama banget ya. Tak lama kemudian , setelah jeda 5 menint, terdengarlah suara merdu pemberitahuan tentang dibukanya studio 2. Ah.... kok lama banget ya untuk studio 1 kata anakku yang kecil. Mungkin sebentar lagi,sambil menenangkannya. Kurang lebih jam 17.05 , terdengarlah suara merdu pemberitahuan untuk studio1. Anak-anakku kegirangan, ayo mama....mama, kita langsung ke studio 1 itu, udah di buka teriaknya. Iya...iya, kataku sambil menunjukkan tiket tersebut ke penjaga pintu masuk studio 1 yang manis. Masuklah kami berempat. Penontonnya banyak sekali.. Tercapailah keinginan anak-anakku untuk nonton film tersebut, dan itulah salah satu dari impian mereka juga.