Selasa, 07 Juli 2009

Resep Awet Muda

Jam sudah menunjukkan jam 16.00. Tepat alarmku berbunyi, tanda pulang kantor sudah menjelang. Saya berberes seperti biasanya, menutup toko yang kubuka setiap jam 07.30 pagi.
Toko itu hanya istilah saja di dalam kantorku. Tanpa terasa, jampun cepat sekali menunjukkan angka 16.30. Wah, cepat banget ya, sholat ashar aja belum tapi jam sudah menunjukkan angka tersebut. Saya bergegas ke toilet untuk mengambil wudhu dan selanjutnya ke ruanganku kembali untuk sholat ashar, sebelum pulang. Enak kalau sudah sholat, tidak ada beban lagi, pulangpun bisa agak santaian. Saya langsung bergegas turun ke lobbi gedung pencakar langit tersebut di mana saya biasa bekerja. Sambil menuruni anak tangga yang ada di lobbi tersebut, saya melihat ke jalaman di mana bis-bis, metro mini serta mobil dan motor berseliweran. Kulihat bis yang biasa kutumpangi melewati pintu gerbang dari gedungku. Cepat-cepat saya berlari untuk menghadangnya, agar tidak tertinggal. Sesampainya di dalam bis tersebut, Alhamdulilah ternyata bis tersebut belum terlalu penuh. Saya mengambil tempat pada bangku ketiga di belakang sopir.
Sebelahku, di dekat jendela ada seorang wanita muda yang sudah terlelap tidur, mungkin karena kecapean. Saya duduk di ujung tempat duduk tersebut, sementara di tengahnya kosong. Bispun berlalu seperti biasanya. Sang kenekpun memanggil penumpang untuk naik di bis tersebut. Ketika di depan halte Universitas Atmajaya, naiklah seorang ibu yang sudah agak tua dengan membawa sebuah payung di tangannya. Si Ibu tersebut mencari-cari tempat untuk duduk, dan kebetulan tempat yang saya duduki masih ada yang kosong. Saya beringsut, untuk memberikan tempat kepada si Ibu tersebut. Kebetulan pada waktu itu, saya sedang asyik makan kacang goreng yang kubeli dari tukang asongan yang menjajakan kacang, tahu dan makanan lainnya di dalam bis tersebut. Si Ibu tersenyum melihat saya. Ibu dari mana sapaku kepadanya, kok Ibu masih berjalan seorang diri tanpa ditemani suami atau anaknya. Si Ibu tersenyum menatapku, dia memanggil Ibu juga kepadaku. Saya berpikir apakah saya juga sudah tua juga, sehingga Ibu tersebut memanggil Ibu juga padaku. Omomg punya omong dengan Ibu tersebut, ternyata Ibu tersebut sudah berumur hampir 80 tahunan, dan beliau masih sanggup untuk kemana-mana sendiri sementara banyak orang tua sebayanya, jangankan untuk berjalan pulang balik sejauh itu sendiri, untuk berjalan-jalan di sekitar rumahpun belum tentu kuat. Saya benar-benar tercenggang lagi ketika saya terlelap tidur seperti biasanya, dia tidak juga tertidur layaknya orang tua lainnya. Oh. Ibu , saya salut sekali kepada Ibu tersebut, tetap awet muda dan gagahnya di usia seperti itu. Resepnya yang terakhir dia pesankan adalah selalu menerima apa adanya, dan selalu berpegangan dan berlindung lkepada Alloh yang maha kuasa. Oh, Alloh, mudah-mudahan saya bisa seperti dirinya.

Tidak ada komentar: