Selasa, 07 April 2009

Cerita Burung Hantu Yang Bijak

Mama, ceritakan dong lagi tentang seekor burung hantu yang bijak Ma, rajuk anakku. Kenapa kamu begitu terkesan dengan cerita itu sayang, tanya diriku kepadanya. Bagus Ma, katanya lagi.
Oke mama akan bercerita lagi. " Di suatu kerajaan antah berantah, hiduplah seorang raja yang kurang percaya diri akan setiap keputusan yang dibuatnya. Setiap keputusan , selalu di tanyakan kepada seekor burung hantu yang bijak yang tinggal di sebatang pohon mahoni besar di tengah hutan. Beliau tidak pernah meminta pendapat dari Perdana Mentrinya, tetapi beliau lebih percaya dengan perkataan burung hantu tersebut. Memang pendapat yang diberikan oleh burung hantu tersebut banyak andil bagi Raja tersebut dalam memerintah kerajaannya. Sampai suatu saat Sang Perdana Mentri merasa kesal atas sikap rajanya. Ketika sang Raja pergi ke hutan , dengan tanpa disadarinya sang Perdana Mentri mengendap-endap mengikutinya. Setelah selesai Sang Rajapun pulang dengan puas setelah mendengar pendapat dari burung tersebut. Perdana Mentripun tidak membuang waktu lagi, ditukarlah burung hantu tersebut dengan burung hantu yang bodoh. Burung hantu yang bijakpun dimasukkan di dalam sangkar untuk di bawa kerumahnya. Suatu ketika sang Raja yang tidak percaya diripun datang lagi, dan meminta pendapat dari burung hantu yang telah di tukar dengan burung hantu yang bodoh tersebut. Pertama kali sampai ketiga kalinya, semua pendapat yang diberikan burung hantu bodoh itu dituruti , tetapi apa yang terjadi semua pendapat tersebut membuat perpecahan dikalangan kerajaan tersebut. Tidak ada lagi rakyat yang suka kepada Raja tersebut. Justru Sang Perdana Mentri yang banyak mengikuti pendapat dari burung hantu yang bijak, menjadi disenangi oleh rakyat kerajaan tersebut. Akhirnya Sang Raja baru sadar bahwa dia harus membuat keputusan sendiri tanpa mengikuti burung hantu yang bodoh itu lagi. Dan beliau kembali memerintah dengan bijak dengan mengajak bermusyawarah Sang Perdana Mentrinya yang tidak pernah didengar pendapatnya sebelumnya. Burung hantu yang bijakpun sangat senang, karena Sang Raja dan Perdana Mentrinya, kedua-duanya telah sadar akan kekeliruannya selama ini. Dan ketika sangkarnya terbuka burung hantu itupun terbang dengan bebasnya mencari tempat yang disenanginya. Itu hanya suatu metafora, dimana orang harus yakin akan kemampuan dirinya sendiri.