Setiap anak mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Itu terlihat dari perilakunya setiap hari.
Ada yang senang memasak, mempelajari matematika, olahraga, bersosialisasi. Untungnya anak-anakku tersebut masih bisa termonitor terus , walaupun kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sedikit waktu untuk bisa bercerita karena mereka sudah capek dengan segala aktivitasnya masing-masing. Yang kecil, senang mempelajari matematika, kalau ditanya mau jadi apa besar nanti, dia pasti bilang mau jadi pengusaha.... he... he, bagus sekali, apalagi dijaman sekarang ini, perlu orang yang banyak berkreasi menciptakan lapangan kerja yang luas. Setiap liburan, tak lupa selalu ada di tas kecilnya, buku catatan dan latihan matematika.
Setiap pulang kantor, dia selalu meminta dibuatkan latihan-latihan soal matematika, walaupun untuk seukuran anak kelas satu sudah terlampau berat. Tapi keinginanannya yang besar membuat dia bisa mengalahkan kakaknya yang kelas lima. Sementara, kakaknya yang perempuan,walaupun kelihatan tomboy, tetapi dia sangat gemar masak. Terutama masak nasi goreng. Pembantu rumah tanggapun hanya melihat saja, jika dia sedang masak, pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi, alhamdulilah dengan ketrampilan membuat nasi goreng tersebut, dia berhasil menjadi juara kedua lomba masak di sekolahnya. Sementara yang kakaknya yang laki-laki, sangat senang dengan futsal/Sepakbola. Walaupun , kakinya memar, tetap saja di jalani juga. Memang unik sekali, apalagi jika di dalam keluarga lebih dari 3 anak, wah semakin banyak keunikannya, dan semakin seru saja. Pantas, orang tua dulu suka mempunyai anak lebih dari 3. Di samping banyak rejeki, juga banyak keunikannya.
Ada yang senang memasak, mempelajari matematika, olahraga, bersosialisasi. Untungnya anak-anakku tersebut masih bisa termonitor terus , walaupun kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sedikit waktu untuk bisa bercerita karena mereka sudah capek dengan segala aktivitasnya masing-masing. Yang kecil, senang mempelajari matematika, kalau ditanya mau jadi apa besar nanti, dia pasti bilang mau jadi pengusaha.... he... he, bagus sekali, apalagi dijaman sekarang ini, perlu orang yang banyak berkreasi menciptakan lapangan kerja yang luas. Setiap liburan, tak lupa selalu ada di tas kecilnya, buku catatan dan latihan matematika.
Setiap pulang kantor, dia selalu meminta dibuatkan latihan-latihan soal matematika, walaupun untuk seukuran anak kelas satu sudah terlampau berat. Tapi keinginanannya yang besar membuat dia bisa mengalahkan kakaknya yang kelas lima. Sementara, kakaknya yang perempuan,walaupun kelihatan tomboy, tetapi dia sangat gemar masak. Terutama masak nasi goreng. Pembantu rumah tanggapun hanya melihat saja, jika dia sedang masak, pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi, alhamdulilah dengan ketrampilan membuat nasi goreng tersebut, dia berhasil menjadi juara kedua lomba masak di sekolahnya. Sementara yang kakaknya yang laki-laki, sangat senang dengan futsal/Sepakbola. Walaupun , kakinya memar, tetap saja di jalani juga. Memang unik sekali, apalagi jika di dalam keluarga lebih dari 3 anak, wah semakin banyak keunikannya, dan semakin seru saja. Pantas, orang tua dulu suka mempunyai anak lebih dari 3. Di samping banyak rejeki, juga banyak keunikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar