Sabtu, 28 Februari 2009

Hidup Boros

Banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan pada awal bulan dari berbagai supermarket, hypermart ,bazaar-bazaar, toko-toko kelas kecil sampai kelas tinggi. Semua pada umumnya mengiming-imingi dengan diskon besar-besaran dari mulai 10 % sampai 70% diskon, beli 1 dapat 1. Sehingga banyak terlihat di supermarket dan toko-toko tersebut banyak orang bahkan sampai antri untuk mendapatkan barang diskon tersebut. Tetapi, kalau sudah tengah bulan, mulailah kelengangan di toko-toko tersebut, sekalipun ada diskon, tidak terkecuali di kantor-kantor besar, di mana banyak perusahaan produk tertentu seperti sepatu bermerk, parfum-parfum, baju-baju, celana-celana Jeans sampai barang elektronik. Biasanya kalau di kantor-kantor besar, walaupun lagi paceklik tetap para pegawai-pegawai kantor-kantor tersebut berbondong-bondong melihat dan membelinya walaupun menggunakan kartu kredit. Kadang-kadang terdengar di antara karyawan tersebut mengeluhkan kalau gajian mereka sudah kembang-kempis di pertengahan bulan. Karena banyak pengeluaran terutama untuk pembayaran kartu kredit yang bunganya sangat tinggi dan bahkan bisa hampir melebihi dari gaji karyawan tersebut. Dan mungkin itu adalah salah satu tanda-tanda keborosan , akibat gaya hidup terutama di lingkungan menengah ke atas di Jakarta dan kota-kota besar. Sebenarnya , kita bisa belajar dari kehidupan di bawah kita , seperti seorang office girl di sebuah kantor besar, yang bisa menyekolahkan 2 anaknya sampai lulus perguruan tinggi ternama, dan bisa pergi ke haji. Dengan gaji yang pas-pasan, dia masih bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk menabung. Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari salah satu contoh kehidupan tersebut. Memang, semakin besar kenikmatan yang kita dapat dan semakin besar pula keinginan konsumtif kita.

Tidak ada komentar: