Banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan pada awal bulan dari berbagai supermarket, hypermart ,bazaar-bazaar, toko-toko kelas kecil sampai kelas tinggi. Semua pada umumnya mengiming-imingi dengan diskon besar-besaran dari mulai 10 % sampai 70% diskon, beli 1 dapat 1. Sehingga banyak terlihat di supermarket dan toko-toko tersebut banyak orang bahkan sampai antri untuk mendapatkan barang diskon tersebut. Tetapi, kalau sudah tengah bulan, mulailah kelengangan di toko-toko tersebut, sekalipun ada diskon, tidak terkecuali di kantor-kantor besar, di mana banyak perusahaan produk tertentu seperti sepatu bermerk, parfum-parfum, baju-baju, celana-celana Jeans sampai barang elektronik. Biasanya kalau di kantor-kantor besar, walaupun lagi paceklik tetap para pegawai-pegawai kantor-kantor tersebut berbondong-bondong melihat dan membelinya walaupun menggunakan kartu kredit. Kadang-kadang terdengar di antara karyawan tersebut mengeluhkan kalau gajian mereka sudah kembang-kempis di pertengahan bulan. Karena banyak pengeluaran terutama untuk pembayaran kartu kredit yang bunganya sangat tinggi dan bahkan bisa hampir melebihi dari gaji karyawan tersebut. Dan mungkin itu adalah salah satu tanda-tanda keborosan , akibat gaya hidup terutama di lingkungan menengah ke atas di Jakarta dan kota-kota besar. Sebenarnya , kita bisa belajar dari kehidupan di bawah kita , seperti seorang office girl di sebuah kantor besar, yang bisa menyekolahkan 2 anaknya sampai lulus perguruan tinggi ternama, dan bisa pergi ke haji. Dengan gaji yang pas-pasan, dia masih bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk menabung. Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari salah satu contoh kehidupan tersebut. Memang, semakin besar kenikmatan yang kita dapat dan semakin besar pula keinginan konsumtif kita.
Sabtu, 28 Februari 2009
Rabu, 18 Februari 2009
Sabar dan Ikhlas
Kata orang sabar itu ada batasnya. Tetapi sebenarnya sabar itu tidak ada batasnya. Karena sepanjang hidup, manusia akan di uji oleh Yang Maha Kuasa. Baik berupa kesenangan maupun
kesusahan. Pada umumnya , kita kuat dalam menghadapi cobaan berupa kesusahan , tetapi sangat sulit apabila dalam ujian kesenangan. Pada waktu senang kita lupa akan segala bentuk kesusahan, dan bahkan banyak yang lupa kepada asal muasalnya. Insya Alloh, kita bukan termasuk orang-orang yang lupa akan nikmat yang di berikan olehNYA. Karena pas, susah kita selalu banyak meminta kepada NYA, tetapi di kala senang kita lupa bersyukur kepada NYA.
Memang agak susah untuk menjadi sabar disertai ikhlas. Misalnya saja, jika kita memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Kita selalu berkata saya memberinya dengan ikhlas kok. Tetapi, suatu ketika orang yang kita bantu tersebut membuat jengkel hati kita, apa yang terjadi, .... banyaklah dari hati kita yang tidak ikhlas. Karena tidak gara-gara saya, kamu tidak akan menjadi baik begini atau bla..... bla. Yang membuat hilangnya amal-amal kita. Adalagi orang-orang yang sudah berdoa berlama-lama untuk kaya, tetapi karena belum terkabul juga, akhirnya kesabarannya hilang, kok Alloh belum-belum juga memberikan kekayaan seperti yang diinginkannya. Jika tidak diikuti dengan kesabaran dan keikhlasan, pastilah banyak yang mencari jalan pintas, seperti jadi koruptor, manipulasi sana-sini , mencari alternatif lainnya yang kurang baik. Nauzu billah min zalik, Mudah-mudahan kita tidak termasuk salah satunya.
kesusahan. Pada umumnya , kita kuat dalam menghadapi cobaan berupa kesusahan , tetapi sangat sulit apabila dalam ujian kesenangan. Pada waktu senang kita lupa akan segala bentuk kesusahan, dan bahkan banyak yang lupa kepada asal muasalnya. Insya Alloh, kita bukan termasuk orang-orang yang lupa akan nikmat yang di berikan olehNYA. Karena pas, susah kita selalu banyak meminta kepada NYA, tetapi di kala senang kita lupa bersyukur kepada NYA.
Memang agak susah untuk menjadi sabar disertai ikhlas. Misalnya saja, jika kita memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Kita selalu berkata saya memberinya dengan ikhlas kok. Tetapi, suatu ketika orang yang kita bantu tersebut membuat jengkel hati kita, apa yang terjadi, .... banyaklah dari hati kita yang tidak ikhlas. Karena tidak gara-gara saya, kamu tidak akan menjadi baik begini atau bla..... bla. Yang membuat hilangnya amal-amal kita. Adalagi orang-orang yang sudah berdoa berlama-lama untuk kaya, tetapi karena belum terkabul juga, akhirnya kesabarannya hilang, kok Alloh belum-belum juga memberikan kekayaan seperti yang diinginkannya. Jika tidak diikuti dengan kesabaran dan keikhlasan, pastilah banyak yang mencari jalan pintas, seperti jadi koruptor, manipulasi sana-sini , mencari alternatif lainnya yang kurang baik. Nauzu billah min zalik, Mudah-mudahan kita tidak termasuk salah satunya.
Label:
Sabar dan Ikhlas
Senin, 16 Februari 2009
Unique
Setiap anak mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Itu terlihat dari perilakunya setiap hari.
Ada yang senang memasak, mempelajari matematika, olahraga, bersosialisasi. Untungnya anak-anakku tersebut masih bisa termonitor terus , walaupun kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sedikit waktu untuk bisa bercerita karena mereka sudah capek dengan segala aktivitasnya masing-masing. Yang kecil, senang mempelajari matematika, kalau ditanya mau jadi apa besar nanti, dia pasti bilang mau jadi pengusaha.... he... he, bagus sekali, apalagi dijaman sekarang ini, perlu orang yang banyak berkreasi menciptakan lapangan kerja yang luas. Setiap liburan, tak lupa selalu ada di tas kecilnya, buku catatan dan latihan matematika.
Setiap pulang kantor, dia selalu meminta dibuatkan latihan-latihan soal matematika, walaupun untuk seukuran anak kelas satu sudah terlampau berat. Tapi keinginanannya yang besar membuat dia bisa mengalahkan kakaknya yang kelas lima. Sementara, kakaknya yang perempuan,walaupun kelihatan tomboy, tetapi dia sangat gemar masak. Terutama masak nasi goreng. Pembantu rumah tanggapun hanya melihat saja, jika dia sedang masak, pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi, alhamdulilah dengan ketrampilan membuat nasi goreng tersebut, dia berhasil menjadi juara kedua lomba masak di sekolahnya. Sementara yang kakaknya yang laki-laki, sangat senang dengan futsal/Sepakbola. Walaupun , kakinya memar, tetap saja di jalani juga. Memang unik sekali, apalagi jika di dalam keluarga lebih dari 3 anak, wah semakin banyak keunikannya, dan semakin seru saja. Pantas, orang tua dulu suka mempunyai anak lebih dari 3. Di samping banyak rejeki, juga banyak keunikannya.
Ada yang senang memasak, mempelajari matematika, olahraga, bersosialisasi. Untungnya anak-anakku tersebut masih bisa termonitor terus , walaupun kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sedikit waktu untuk bisa bercerita karena mereka sudah capek dengan segala aktivitasnya masing-masing. Yang kecil, senang mempelajari matematika, kalau ditanya mau jadi apa besar nanti, dia pasti bilang mau jadi pengusaha.... he... he, bagus sekali, apalagi dijaman sekarang ini, perlu orang yang banyak berkreasi menciptakan lapangan kerja yang luas. Setiap liburan, tak lupa selalu ada di tas kecilnya, buku catatan dan latihan matematika.
Setiap pulang kantor, dia selalu meminta dibuatkan latihan-latihan soal matematika, walaupun untuk seukuran anak kelas satu sudah terlampau berat. Tapi keinginanannya yang besar membuat dia bisa mengalahkan kakaknya yang kelas lima. Sementara, kakaknya yang perempuan,walaupun kelihatan tomboy, tetapi dia sangat gemar masak. Terutama masak nasi goreng. Pembantu rumah tanggapun hanya melihat saja, jika dia sedang masak, pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi, alhamdulilah dengan ketrampilan membuat nasi goreng tersebut, dia berhasil menjadi juara kedua lomba masak di sekolahnya. Sementara yang kakaknya yang laki-laki, sangat senang dengan futsal/Sepakbola. Walaupun , kakinya memar, tetap saja di jalani juga. Memang unik sekali, apalagi jika di dalam keluarga lebih dari 3 anak, wah semakin banyak keunikannya, dan semakin seru saja. Pantas, orang tua dulu suka mempunyai anak lebih dari 3. Di samping banyak rejeki, juga banyak keunikannya.
Label:
Keunikan seorang anak
Sabtu, 07 Februari 2009
Hujan
Sejak malam hujan tak berhenti membasahi bumi. Mau bangun terasa malas, karena hawanya dingin sekali. Untung hari minggu, jadi bisa tidur lagi sehabis sholat subuh.
Kasihan sekali ibu-ibu yang mempunyai balita. Pakaian-pakaian maupun celana-celana hampir tidak kering . Dan terlihat di muka-muka rumah, bergelantungan gantungan baju. Wah, benar-
benar merusak pemandangan. Terlihatnya jadi kumuh. Tapi, apa mau dikata, ya begitulah keadaannya , daripada tidak pakai baju kering sama sekali.
Alhamdulilah sekelilingku hanya tergenang air saja, sementara beberapa komplek di daerahku, semua banyak yang terendam air, hampir lebih dari semata kaki. Ojek-ojek tidak ada yang berani melewati daerah-daerah tersebut, karena takut knalpotnya kemasukan air, dan alhasil tidak bisa jalan lagi, dan tidak bisa untuk mencari makan. Suasana seperti itu bukan saja terjadi didaerah komplek di sekitarku, tetapi juga hampir di beberapa daerah kota Jakarta. Mungkin, bisa kita lihat juga sebenarnya kalau kita sadar untuk rajin membersihkan sampah-sampah yang ada di selokan-selokan dari rumah kita maupun lingkungan kita, serta pembuatan lubang-lubang air (hydranage) yang baik, mungkin sedikit dan bahkan dapat membuat daerah/lingkungan kita tidak terendam seperti itu. Tetapi sayangnya, masih banyak masyarakat maupun warga yang kurang menyadari hal itu. Dan baru sadarnya kalau sudah terjadi dampak yang kurang mengenakan tersebut.
Kasihan sekali ibu-ibu yang mempunyai balita. Pakaian-pakaian maupun celana-celana hampir tidak kering . Dan terlihat di muka-muka rumah, bergelantungan gantungan baju. Wah, benar-
benar merusak pemandangan. Terlihatnya jadi kumuh. Tapi, apa mau dikata, ya begitulah keadaannya , daripada tidak pakai baju kering sama sekali.
Alhamdulilah sekelilingku hanya tergenang air saja, sementara beberapa komplek di daerahku, semua banyak yang terendam air, hampir lebih dari semata kaki. Ojek-ojek tidak ada yang berani melewati daerah-daerah tersebut, karena takut knalpotnya kemasukan air, dan alhasil tidak bisa jalan lagi, dan tidak bisa untuk mencari makan. Suasana seperti itu bukan saja terjadi didaerah komplek di sekitarku, tetapi juga hampir di beberapa daerah kota Jakarta. Mungkin, bisa kita lihat juga sebenarnya kalau kita sadar untuk rajin membersihkan sampah-sampah yang ada di selokan-selokan dari rumah kita maupun lingkungan kita, serta pembuatan lubang-lubang air (hydranage) yang baik, mungkin sedikit dan bahkan dapat membuat daerah/lingkungan kita tidak terendam seperti itu. Tetapi sayangnya, masih banyak masyarakat maupun warga yang kurang menyadari hal itu. Dan baru sadarnya kalau sudah terjadi dampak yang kurang mengenakan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)