Pulang dari belanja bulanan, anakku yang nomor 2 , tiba-tiba masuk ke kamar mandi dengan membawa satu sabun mandi dan pisau. Saya tidak mengira, kalau sabun yang dibawanya tersebut bukan untuk mandi , melainkan di potong-potong menjadi 4 bagian. Saya benar-benar kaget, ketika melihatnya. Anakku juga agak terperanjat melihatku. Kenapa sayang, kok sabunnya di bagi empat, kan jadinya tidak enak kalau nanti dipakai mandi, tanyaku kepada anakku tersebut.
Anakku hanya menjawab dengan nada agak ketakutan, Ma, maaf , sabunnya kupotong 4 karena
mungkin ada uang Rp. 100,000 terdapat di dalamnya seperti yang dia lihat di iklan. Ternyata, setelah terbagi 4 ternyata tidak ada. Oh , ternyata anakku sudah benar-benar termakan iklan .
Untung hanya sabun mandi yang di potongnya. seandainya ada beberapa iklan saja yang mengiklan diproduknya bahwa akan ada hadiah langsung di setiap kemasannya, wah bisa berabe deh. Jangan-jangan semua belanjaan yang saya beli bisa di buka semuanya, bahkan di potong-potong seperti sabun tersebut. Lumayan deh bisa runyam.... urusannya.
Anakku hanya menjawab dengan nada agak ketakutan, Ma, maaf , sabunnya kupotong 4 karena
mungkin ada uang Rp. 100,000 terdapat di dalamnya seperti yang dia lihat di iklan. Ternyata, setelah terbagi 4 ternyata tidak ada. Oh , ternyata anakku sudah benar-benar termakan iklan .
Untung hanya sabun mandi yang di potongnya. seandainya ada beberapa iklan saja yang mengiklan diproduknya bahwa akan ada hadiah langsung di setiap kemasannya, wah bisa berabe deh. Jangan-jangan semua belanjaan yang saya beli bisa di buka semuanya, bahkan di potong-potong seperti sabun tersebut. Lumayan deh bisa runyam.... urusannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar