Sabtu, 01 November 2008

Nanny

Sehabis lebaran seperti biasa, ibu-ibu disibukkan pada hal yang tiap tahunnya terjadi. Beruntunglah bagi keluarga di mana asisten dirumah (istilah kerennya Nannynya) masih kembali .
Tetapi bagi yang tidak, musti kalang kabut telpon agen-agen para Nanny tersebut, ataupun titip pada orang-orang yang dekat maupun yang kenal untuk mencari dan membawanya jika kembali pulang mudik. Jarang sekali para Nanny tersebut yang bertahan lama, terutama bagi yang mempunyai majikan yang cerewet. Yang tidak cerewetpun tetap mereka minta pulang atau tidak kembali lagi ke tempat yang lama. Tidak hanya para ibu yang sibuk, tetapi para bapakpun sibuk juga membantu para istri mereka untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Tetapi walaupun begitu, kita di Indonesia tetap merasa beruntung, karena masih ada tenaga-tenaga yang membantu para ibu rumah tangga, sementara di Negara-negara maju lainnya sudah tidak ada lagi, semua dilakukan sendiri. Jadi kemungkinan di Indonesiapun akan seperti itu , mungkin 10 tahun mendatang atau lebih, dan jika kemajuan ekonomi negara kita sudah merata,tidak ada lagi perbedaan jenjang sosial yang tinggi. Itulah dilema para majikan ketika pembantu tidak ada.
Menurut beberapa pendapat orang, tips supaya Nanny/Assisten rumah tangga kita itu awet adalah sebagai berikut : 1. Tidak terlalu cerewet, karena merekapun manusia yang punya perasaan. 2. Di berikan kesempatan untuk beristirahat , mengembangkan kemampuannya (terutama yang suka buat makanan-makanan kecil), cukup sandang dan pangan. 3. Gaji standart dan diberikan bonus ketika Lebaran.

Tidak ada komentar: