Sabtu, 22 November 2008

Seri Bandeng




Walaupun tidak makan diluar kantorpun terasa nikmat, berkumpul dan makan siang bersama di dalam salah satu ruangan temanku . Saling bercerita ngalor ngidul dan bertukar pendapat untuk menghilangkan pikiran yang agak tegang pada waktu pagi harinya. Ada yang bercerita tentang pekerjaannya, suasana kerja, keluarga dan akhirnya membahas tentang masakan yang disantap pada siang itu. Salah seorang temanku membawa masakan pindang bandeng. Ue..... nak sekali dan menyegarkan. Sampai-sampai kuah dan bawang serta cabenya yang ada di mangkuknya tandas tak tersisa sedikitpun. Pintar sekali yang masaknya. Mungkin bagi rekan-rekan yang ingin mencobanya , di bawah ini saya cantumkan beberapa masakan dari ikan bandeng yang mungkin bisa dibuat dan dibawa ke kantor seperti temanku itu. Resep-resep ini saya kutip dari Sumber : Dapur Kuring. Terima kasih Dapur kuring atas resep-resepnya.

Pindang Bandeng

Bahan:

* 2 ekor ikan bandeng ukuran sedang, potong 3-4 bagian

Bumbu:

* 5 siung bawang putih, iris
* 10 siung bawang merah, iris
* 2 cm kunyit, iris
* 4 cm jahe, iris
* 3 cm lengkuas, iris
* 3 lembar daun salam
* 5 lembar daun jeruk
* 2 batang sereh, keprek
* 2 buah tomat, potong dadu
* 3 sdm gula merah yg disisir
* 2 sdm kecap manis
* Garam dan merica bubuk secukupnya
* Air secukupnya

Cara membuat:

1. Letakkan sebagian bumbu: daun salam, daun jeruk, sereh, irisan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas di dasar panci, susun ikan bandeng di atasnya. Taburkan sisa bumbu dan tomat, gula merah, kecap, garam serta merica di atasnya. Tambahkan air sampai ikan terendam.

2. Masak ikan di atas api besar, setelah mendidih kecilkan api dan masak ikan sampai airnya susut dan tulangnya lunak. (Bila menggunakan panci biasa kurleb 4 jam).

Dan ini satu resep lagi dari ikan bandeng juga, tetapi pada resep ini ikan bandengnya bisa diganti dengan ikan gurami.

PESMOL

Bahan :

  • 700 g ikan bandeng/gurami
  • 1 batang sere
  • 1 sdm cuka
  • 2 sdm gula pasir
  • 150 ml air
  • 50 ml minyak untuk menumis
  • 400 ml minyak untuk menggoreng

Acar

  • 2 buah wortel dipotong panjang 3 cm
  • 2 buah mentimun dipotong panjang 3 cm
  • 10 buah cabe rawit merah
  • 1 buah lobak dipotong panjang 3 cm (jika suka)
  • 10 buah bawang merah
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdm cuka
  • 1/2 sdt garam

Bumbu yang dihaluskan:

  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah bawang merah
  • 4 cm kunyit
  • 2 kerat lengkuas
  • 3 cm jahe
  • 5 buah kenari
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat:

  • Ikan dilumuri air garam kemudian digoreng kering.
  • Tumis bumbu yang dihaluskan dan sere hingga harum. Masukkan gula pasir, dan air, aduk-aduk. Setelah agak mengental masukkan semua bahan acar, aduk sebentar. Tambahkan cuka. Angkat dan siramkan di atas ikan.

Cara Membuat Acar :

  • Campur wortel, cabe rawit dan bawang dengan gula, cuka dan garam, masukkan dalam kantung plastik diamkan semalaman.
  • Demikian dengan acar lobak dan timun dibuat sama seperti acar wortel.
Selamat Mencoba.

Rabu, 19 November 2008

Perpisahan

Tidak ada kata berpisah yang dikehendaki setiap orang, kecuali berpisah dengan hal-hal yang jelek.
Kalau berpisah dengan hal-hal yang jelek itu namanya suatu perubahan. Tetapi berpisah dengan
teman, atasan , orang-orang tercinta dan sesuatu yang baik, tentunya merupakan suatu kesedihan.
Tetapi perpisahan untuk mendapatkan perubahan yang besar, haruslah kita jalani walaupun dengan keterpaksaan. Banyak orang tidak mau berpisah dengan hal yang enak-enak misalnya yang senang makan combro, pizza , sop buntut , makanan yang enak lainnya, pastilah agak susah mulanya, tetapi dengan banyak pertimbangan dan keterpaksaan hal itupun haruslah dijalani.
Tetapi hal yang dianggap hal yang sedikit agak aneh, jika seorang anak kecil merasa sedih jika harus berpisah dengan bantal kesayangannya yang tinggal sepotong , harus dengan susah payah harus meninggalkan bantal sepotongnya itu . Sampai-sampai ada yang sakit parah, hanya gara-gara harus meninggalkannya. Tapi hal itu banyak terjadi juga, termasuk salah satunya dengan anakku yang kedua.
Ini salah satu lagu perpisahan yang mungkin sudah pada kenal.

Gelang Sipatu Gelang

gelang sipatu gelang
gelang si rama rama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama

Sabtu, 01 November 2008

Nanny

Sehabis lebaran seperti biasa, ibu-ibu disibukkan pada hal yang tiap tahunnya terjadi. Beruntunglah bagi keluarga di mana asisten dirumah (istilah kerennya Nannynya) masih kembali .
Tetapi bagi yang tidak, musti kalang kabut telpon agen-agen para Nanny tersebut, ataupun titip pada orang-orang yang dekat maupun yang kenal untuk mencari dan membawanya jika kembali pulang mudik. Jarang sekali para Nanny tersebut yang bertahan lama, terutama bagi yang mempunyai majikan yang cerewet. Yang tidak cerewetpun tetap mereka minta pulang atau tidak kembali lagi ke tempat yang lama. Tidak hanya para ibu yang sibuk, tetapi para bapakpun sibuk juga membantu para istri mereka untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Tetapi walaupun begitu, kita di Indonesia tetap merasa beruntung, karena masih ada tenaga-tenaga yang membantu para ibu rumah tangga, sementara di Negara-negara maju lainnya sudah tidak ada lagi, semua dilakukan sendiri. Jadi kemungkinan di Indonesiapun akan seperti itu , mungkin 10 tahun mendatang atau lebih, dan jika kemajuan ekonomi negara kita sudah merata,tidak ada lagi perbedaan jenjang sosial yang tinggi. Itulah dilema para majikan ketika pembantu tidak ada.
Menurut beberapa pendapat orang, tips supaya Nanny/Assisten rumah tangga kita itu awet adalah sebagai berikut : 1. Tidak terlalu cerewet, karena merekapun manusia yang punya perasaan. 2. Di berikan kesempatan untuk beristirahat , mengembangkan kemampuannya (terutama yang suka buat makanan-makanan kecil), cukup sandang dan pangan. 3. Gaji standart dan diberikan bonus ketika Lebaran.

Seni dan Usaha





Kegembiraan menyambut Lebaran, bukan hanya di lingkungan rumah saja, tetapi di kantor-kantorpun berasa juga. Selain saling memaafkan, banyak acara halal bihalal digelar, dari mulai makan siang sampai acara makan malam. Kesempatan itupun tidak di sia-siakan dilingkungan kantorku. Panitia melibatkan semua rekan-rekan sesama karyawan . Banyak talent dari rekan-rekan yang tersembunyi , terlihat pada acara tersebut. Mulai menyanyi bertemakan
halal bihal sampai lagu Koesplus lamapun keluar dengan iringan gitar lokal . Suasana bertambah meriah dengan partisipasi dari rekan-rekan yang mempunyai usaha sendiri (home industri) berupa aksesoris, baju-baju maupun perlengkapan rumah tanggapun ikut meramaikan. .
Bazar tersebut adalah selain untuk meramaikan acara juga sebagai promosi bagi rekan-rekan yang mempunyai keahlian dalam usaha lain disamping kerja di kantor itu sendiri dan sekaligus pengumpulan untuk dana sosial juga. Lumayan jugakan untuk persiapan/bekal pensiun. Foto-fotonya, bisa di lihat pada blog ini. Seru banget deh.