Jumat, 10 Oktober 2008

Bermain yuk





Liburan sekolah untuk anak-anak agak panjang selama bulan puasa ini dari tanggal 23 September - 13 oktober ini . Dalam puasa mereka bermain play station berjam-jam, sambil ngabuburit katanya. Mereka tidak bosan-bosannya bermain itu, dari game bola sampai game lagu. Dari lagu rock sampai lagu D.Massive, Mulan Jameela, Radja , JRock , Cangcuters dan beberapa lagu pop baru yang beken lainnya. Dengan berkelompok , mereka bermain play station tersebut. Waktu berjam-jam di depan TV tak membuat mereka kecapaian. Mereka asyik berkelakar diantara kelompoknya. Tetapi, alhamdulilah, anak-anak tersebut tidak melupakan sholat 5 waktunya, walaupun agak telat. Sementara anak-anak perempuan dari mulai kelas 1 sampai tingkat SMP, asyik bermain dokter- dokteran, ular naga, domikado, bermain pos, bermain tak umpet,puzzle dan galasin. Seru sekali, siangnya mereka tidur siang, dan kira-kira jam 3 sore , sehabis mandi sore, mereka memulainya lagi sampai menjelang berbuka puasa. Setelah puasa selesai, mereka tetap melakukan kegiatan bermain tersebut. Dan kebetulan pada tahun ini, banyak warga di lingkunganku yang tidak bermudik ria. Alhasil , banyak anak-anak yang melewatkan kesempatan bermain yang murah dan meriah di lingkungannya. Asyik-asyik sekali, berlari kesana kemari, tak mengenal lelah. Itulah jiwa anak-anak yang masih punya kesempatan untuk bermain sebelum memasuki sekolah kembali .

Kamis, 02 Oktober 2008

Mudik boleh, tetapi jangan mengundang bahaya


Mudik tiap tahun, merupakan suatu kebanggaan bagi kalangan pendatang di Jakarta dan sekitarnya. Karena dengan mudik, selain sebagai ajang silaturahmi dan merupakan ajang bagi show up, untuk menunjukan keberhasilan - keberhasilan yang telah di dapat selama hidup di Jakarta. Tetapi, kadang-kadang orang lupa dengan keselamatan diri dan keluarganya seperti yang di lakukan orang dalam foto ini. Mau menikmati hidup atau hanya untuk hidup sementara.

Yang unik di hari Lebaran

Lucu atau terbilang unik ya, itulah yang terjadi ketika malam takbiran . Suatu kebiasaan yang selalu dilakukan di kalangan tetangga yang ada di lingkungan komplekku. Kebetulan lebaran tahun ini , tidak terlalu banyak tetanggaku yang pulang mudik, seperti keluargaku juga. Jadi, lebaran di komplekku lumayan agak rame, hanya saja tidak ada pawai bedug yang biasa di lakukan tahun-tahun sebelumnya. Maklum bedugnya yang dipakai dahulu rusak dan belum ada penggantinya. Antaran jejamuan Lebaran berlangsung dari satu rumah ke rumah yang lainnya.
Yang satu mengantar hasil masakannya (ketupat , opor ayam, sambal goreng ati, rendang daging) ke yang lainnya, tetapi bagi yang belum masak , cukup mengembalikan wadahnya saja,atau kadang-kadang ketupat yang di antar tetangga yang lainnya, kembali diberikan sebagai ganti antaran itu...hi hi... lucu.

Rujak, Gado-Gado,Ketoprak Lebaran

Di hari ke dua bulan kemenangan ini, saya melihat begitu mesranya seorang ibu setengah baya dan sang suaminya yang sudah tidak muda lagi, saling bekerjasama . Si Ibu membuat gado-gado, ketoprak dan rujak pesanan pembelinya, sementara sang suami membantu membungkusnya.
Keharmonisan itu begitu indahnya, jika sama-sama saling pengertian. Beban hidup yang berat tidak terasa jika sama-sama dikerjakan. Sang suami tersenyum melihat sang istri mengulek bumbunya. Dan sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan kelakuan putri-putrinya yang membiarkan ibu dan bapaknya mengerjakan sendiri. Memang, kasih Ibu sepanjang masa, tetapi kasih anak hanya seujung tongkat. Agak miris memang, sementara anaknya bercanda-canda dengan hp dan temannya .Mereka tertawa-tawa dan bercanda-canda di antara kelelahan sang Ibu dan Bapak yang berjuang pada hari kemenangan tersebut untuk mencari nafkah. Apakah hal itu merupakan rujak , gado-gado, atau ketoprak di hari Lebaran, ataukah masih ada gado-gado kehidupan yang lain yang belum terlihat.......