Rabu, 17 September 2008

Tertib


Setiap jam 05.30 pagi saya berangkat dari rumah ke PondokHijau, Bekasi. Di mana setiap pagi tersebut, saya dan suamiku harus menunaikan kewajiban rutinku, yaitu bekerja untuk mencari nafkah. Pondok Hijau adalah suatu tempat dimana di sana banyak kendaraan pribadi maupun yang sengaja mengompreng mencari penumpang. Itulah tempat biasa , saya selalu menjadi tujuan pertama sebelum menuju ke kota Jakarta. Tetapi sayang, sebelum sampai ke tempat itu, saya dan suami, serta mungkin banyak rekan-rekan maupun orang-orang yang mau bekerja ke Jakarta ataupun ke daerah kawasan sekitar Bekasi yang harus melewati Jalan Baru, yaitu daerah sekitar Apotik Bella dan alun-alun Bekasi, harus selalu melewati antrian yang begitu panjang, yang tidak harus sebenarnya terjadi. Karena seharusnya jalanan tersebut terbilang jalan memotong dan pusat kota Bekasi yang seharusnya tidak mengalami antrian seperti itu dikarenakan ketidaktertiban dari para pedagang sayuran dan beberapa oknum anggota kebersihan dari Bekasi tersebut yang selalu menggunakan badan jalan di daerah tersebut sebagai lahan untuk berjualan.
Di mana-mana simpang siur , dan kendaraan-kendaraan yang mau melintasi dari arah Jalan Baru dan jalan sekitar Bank Jabar tersebut harus dengan hati-hati dan penuh kejengkelan melewati para pedagang sayuran tersebut. Memang mencari nafkah adalah hak setiap orang, tetapi penghargaan sesama orangpun harus dijaga, supaya semua sama-sama enak. Seandainya warga Indonesia tertib dari lingkungan atas maupun bawah, mungkin tidak akan terjadi kesemerawutan. Tapi apakah hal itu baru merupakan suatu impian???

Tidak ada komentar: