Senin, 22 September 2008

Saling Melihat

Biasanya di dalam hidup ini, orang saling menyangka bahwa yang satu lebih hebat, lebih cantik, lebih pintar, lebih kaya dan bermacam lebih lebih yang lainnya. Misalnya di dalam suatu kantor, menurut kita kantor kita kurang dalam hal managementnya, sementara orang lain melihat bahwa kantor yang sekarang kita bekerja sudah lebih enak di banding dengan kantor-kantor yang mereka berada pada saat ini. Ada sebuah cuplikan dari seorang karyawan suatu badan dunia dengan seorang karyawan dari kantor NGO. Enak ya, kamu cutinya banyak, pulangnya selalu tepat waktu, apalagi untuk seorang wanita atau calon ibu, maupun para Ibu, masih bisa ketemu sama anak, tidak terkena macet , menurut karyawan dari kantor NGO tersebut. Sementara karyawan dari Badan dunia tersebut , merasa kantor dari NGO tersebut yang enak, karena datangnya bisa jam 9an, dapat bonus + THR tiap tahunnya dan pekerjaannya tidak serabutan tidak seperti di kantornya. Memang segala sesuatunya tidak ada yang "Perfect", karena yang paling perfect hanyalah sang Pencipta. Jadi, rajin-rajinlah mengucapkan syukur, karena kita masih bekerja , di mana setiap perusahaan punya kebijaksanaan sendiri-sendiri, yang mana sebelum masuk kita sudah di minta membaca perjanjian terikat antara pegawai dengan perusahaan yang telah di sepakati bersama sebelum menjadi karyawan. Dan satu lagi tentang orang yang saling melihat, misalnya di dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang di beri kecantikan lebih dari yang lain sementara yang lain biasa-biasa saja. Sementara yang diberi wajah biasa-biasa saja tidak merasa khawatir dengan gangguan orang-orang yang jail, sementara orang yang cantik, sering menjadi incaran pria- pria yang jahil. Jadi selalu bersyukur, karena sang Pencipta (Alloh SWT) memberikan sesuatu semua sudah ada porsi-porsinya. Masih banyak lagi pandangan orang terhadap orang lainnya. Sampai-sampai yang sering kita dengar dan kita lihat, Enak ya orang yang naik mobil Mercy itu pulangnya selalu diantar kemana oleh supirnya dan mau belanja ataupun bepergian semuanya serba mudah. Tetapi orang yang kaya,mungkin merasa enak yang biasa-biasa saja,karena bisa kumpul dengan keluarganya, sementara dia harus menelpon anak-anaknya dulu , jika ingin bertemu atau berkumpul. Insya Alloh, kita selalu menjadi umat yang pandai bersyukur.

Tidak ada komentar: