Sabtu, 22 Januari 2011

December 2010 tragedy

Pergantian tahun 2010 hampir mendekati. Semua orang beramai-ramai ingin merayakan hari pergantian tahun itu dengan hati yang gembira. Spanduk-spanduk untuk merayakan pergantian tahun di mana-mana terpampang. Baik di toko-toko, jalan-jalan, kantor-kantor dan hotel-hotel, tak terkecuali rumah sakit besarpun memasang spanduk itu.
Sabtu pagi di pertengahan Desemberpun di awali dengan teriakan anak-anak lelakiku yang asyik membantu suamiku mencuci mobil seperti biasanya. Mereka dengan senang hati membantu ayahnya membersihkan mobil kesayangan ayahnya. Pa, saya bagian mencuci mobil , teriak anak laki-lakiku no. 2, saya bagian lap, teriak anak lelakiku yang pertama. Ya, ya , jawab suamiku dengan suka cita. Tetangga-tetanggaku yang melihat sampai tersenyum-senyum melihat tingkah polah kedua anak lelakiku tersebut. Anak lakiku yang pertama sudah bisa menyetir mobil. Dia telah lulus kursus setir mobil minggu lalu, sementara adik laki-lakinya, kebetulan badannya lebih besar dari dirinya belum pernah sama sekali mendapat kursus atau pelatihan mobil, karena umurnya belum cukup dan kebetulan hanya badannya saja yang besar, sementara sekolahnya baru menginjak 1 SMP. Saya sebagai mamahnya merasa bangga mempunyai anak-anak yang nurut dan rajin-rajin. Sementara mereka mencuci mobil, 2 anak perempuanku dan pembantuku membantu di dapur membuatkan teh manis hangat dan kue-kue kecil untuk makanan anak-anak laki dan suamiku.
Mencuci mobil selesai, suamiku kemudian pergi mandi, sementara 2 anak lelakiku asyik di dalam mobil tersebut saling bercanda dan berpura-pura seperti layaknya mereka sedang mengendarai mobil. Anak laki-lakiku yang ke 2 berlagak seperti seorang supir, dia memegang setirnya, dan kakaknya asyik dengan radionya. Mungkin, karena kunci mobil tersebut masih tertancap di mobil tersebut, anakku yang ke 2, diam-diam mencobanya, dan ternyata , mobil tersebut berjalan pelan-pelan, karena panik anakku tersebut menginjak gas dengan kerasnya, kakaknya kaget bukan kepalang melihat kelakuan adiknya. Tapi kejadian tersebut berlangsung dengan begitu cepatnya, mobil berjalan dengan kencang dan hampir terasa mau terbang.... bum...bummm bunyi mobil menabrak tempat dudukan dan pagar dari rumah tetanggaku serta kemudian mobil tersebut menabrak pohon-pohon dan tiang-tiang telepon yang ada di dekat pohon-pohon tersebut. Mobil tersebut barulah berhenti ketika menabrak sekali lagi dudukan rumah tetanggaku yang kedua. Tetangga- tetangga disekitar komplekku banyak berhamburan keluar untuk menyaksikan bunyi yang keras tersebut. Mungkin hampir satu komplek, orang-orang yang berdatangan untuk melihat peristiwa tersebut. Mobil terletak agak miring, sementara anak lelakiku yang pertama, alhamdulilah bisa keluar walaupun agak terhimpit pohon, dan anak ke 2 ku yang pegang setir, seperti orang kemasukan, duduk terdiam dengan pikiran kosong. Sementara orang-orang diluar mobil sudah berteriak supaya keluar. Akhirnya kedua anakku tersebut keluar. Alhamdulilah mereka tidak ada yang luka. Suamiku dengan handuk mandinya berlarian keluar dari kamar mandi, sementara diriku lari untuk menyelamatkan kedua anakku tersebut. Sekali lagi , Alhamdulilah , Kuasa Alloh. Mereka tidak apa-apa. Walaupun orang-orang sekitarku berteriak-teriak memarahi anak-anakku, karena kekeliruan tersebut. Anak-anakku merasa shock dengan kejadian tersebut. Pikiranku membayangi seandainya ada orang yang tertabrak apalah jadinya. Sekali lagi , Alloh terima kasih Kau telah melindungi anak-anak lelakiku, walaupun harus kehilangan mobil dan harus mengganti pagar-pagar rumah tetanggaku, tempat duduk-duduk , pohon-pohon serta tiang-tiang telepon. Mudah-mudahan dibalik kejadian tersebut tersimpan kejadian manis di tahun 2011.

Rabu, 11 Agustus 2010

Harti Pertama Berpuasa

Jam telah menunjukan angka 02.30, pembantuku sudah bangun untuk memp;ersiapkan hidangan makan sahur. Hari ini adalah malam pertama makan sahur. Walaupun tidak banyak makanan yang dihidangkan, tetapi terasa nikmat. Mie kuah + soto ayam adalah makanan sahur keluargaku di hari pertama ini. Dibanding makan ikan-ikanan atau daging-daging, anakku lebih senang makan indomie walaupun sederhana + nasi yang masih panas + teh manis hangat. Satu panci, bisa langsung tandas sampai benar-benar kuahnyapun tidak ada lagi. Alhamdulilahlah yang penting ada yang dimakan sebagai makanan sahur. Pada Sahur hari pertama hari ini, agak berbeda dibanding pada tahun lalu. Biasa anak-anak berpawai sambil membangunkan warga komplek, pada tahun ini kelihatan sepi. Apakah anak-anaknya sudah menjelang dewasa, mereka malu lagi untuk melakukannya atau masih menunggu harapaan yang datang dari Gubernur.

Minggu, 08 Agustus 2010

Menulis

Udah lama juga saya vakum untuk menulis blogku. Sebenarnya unek-unek untuk menulis sudah banyak didalam kepalaku, tapi untuk menulisnya kendalanya banyak sekali, terutama rasa malas yang berlebihan yang membuat diriku tidak produktif lagi. Untuk memulainya lagi memang terasa berat sekali, tetapi memang harus dipaksakan. Setelah mood menuliskum datang, saya langsung saja membuka laptop suamiku, kebetulan saya tidak punya laptop sendiri, jadi harus bergantian.
Begitu juga dengan anakku yang baru masuk satu SMA di Bekasi kelas unggulan , dimana setiap laporan dan kegiatannya banyak menggunakan laptop. Sementara laptop di rumah hanya ada satu, dan itupun sering di bawa suamku untuk bekerja dirumah. Untuk menuangkan tulisanku di buku, ah malas juga, karena harus mengetiknya kembali kedalam laptop. Dengan banyak membaca majalah-majalah yang bagus , insya ALLOH pengetahuanpun semakin banyak, dan merupakan acuan dan bahan yang bisa di selsaikan.

Contoh Teladan OrangTua

Setelah sekian llama menjadi orangtua, ternyata memang apa yang dikatakan para ahli psikologi maupun ahli anak, bahwa contoh teladan orangtua berpengaruh besar bagi pribadi anak-anaknya.
Tidak jauh , jika kita lupa saja dalam memberi contoh misalnya kita agak malas cuci rambut ketika mandi, sang anakpun akan mengikutinya, Mamah aja tidak keramas, saya juga tidak ah mah, nanti aja katanya. Contoh lain adalah ketika mau sholat , mama dulu aja nanti baru saya, dan mungkin hal itu juga merupakan salah satu contoh dari orang tuanya. Ya pastilah ketika kita dalam iman yang sedang turun, kita sebagai orangtua tanpa disadari juga memberikan contoh yang kurang baik seperti menunda sholat , dan anakpun akan ikutan juga untuk menunda sholat.
Benar- benar apa yang kita kerjakan akan selalu diikuti oleh anak-anak. Jika Ahlaq ke 2 orang tua bagus , pastilah anak kita menjadi anak yang baik pula. Tetapi jika Ahlaq orangtuanya tidak bagus, kemungkinan besar anak-anakpun akan mengikutinya. Seperti Pepatah Bagai air jatuh kepelimbahan. Anak-anak tidak akan jauh pribadinya daripada orangtuanya. Jadi untuk jadi orang tua haruslah benar-benar bertanggung jawab terhadap kehidupan anak-anaknya. Insya Alloh, dengan bimbingan, doa dan Hidayah dari Alloh SWT, kita sebagai orangtua bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita. Amien...

Perasaan seorang wanita

Kenapa sih hal yang kecil gitu aja dipikirin, kata suamiku ketika saya menceritakan kepadanya tentang perasaanku yang tidak enak mengenai makanan, 3 mangkok asinan dari hajatan tetanggaku untuk 2 anak lelakiku dan pembantuku. Wajar aja lah, kan kamu nggak ngambil sendiri, kamu diminta oleh tuan rumahnya untuk membawanya untuk anak-anak lelaki kita yang malu-malu untuk hadir pada hajatan itu. Iya sih, jawab diriku. Tetapi saya tidak enak ketikaku lewat pada beberapa kumpulan ibu-ibu tetanggaku yang sedang menikmati makanan pada hajatan tersebut. Memang itulah perasaan seorang wanita yang selalu lebih halus dibanding lelaki.
Mungkin terlalu dibesar-besarkan barangkali, tapi itulah kenyataannya, mungkin bagi orang yang cuek hal itu tidak menjadi masalah tetapi bagi sebagian wanita yang halus perasaannya mungkin hal itu bisa menjadi bumerang bagi kehidupannya sendiri. Termasuk mungkin bagi diriku, apalagi saya jarang bergabung dengan ibu-ibu yang ada di lingkunganku karena kesibukanku sehari-hari bekerja dari subuh sanpai datangnya magrib. Dibanding dengan ibu-ibu lain di lingkungan komplekku. Yang sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga sejati. Pernah juga saya berdiskusi dengan teman-tenan di kantorku, dan ternyata banyak sekali kesamaan dengan kehidupan bertetangga di lingkungan komplekku. Ya , wajar , wajarlah itu jawaban yang mungkin bisa membuat perasaan wanita kita tidak merasa tidak enak terhadap lingkungan di sekitar rumah kita.

Sabtu, 20 Februari 2010

Kue Rangi

Siang itu setelah pertemuan dengan teman-temanku, saya pulang dengan dijemput salah satu anakku. Udara siang tersebut boleh dibilang tidak terlalu panas , bahkan cenderung akan turun hujan. Saya berpapasan dengan bapak tua penjual kue rangi. Pak, pak , beli pak, teriakku kepada pedagang tersebut. Bapak pedagang kue rangi tersebut berhenti. Sayapun turun dari motor. Satunya berapa pak? tanyaku. Satu papan terdiri dari 5 buah kue rangi , dijual dengan harga hanya Rp.1.ooo rupiah. Tidak terllalu mahal, tapi lumayan sebagai camilan di siang hari. Beli Rp. 3.000 saja pak, pesanku. Bapak tersebut membuatnya dengan gesitnya. Saya memperhatikan pak tua tersebut mengolah kue rangi tersebut. Memang tidak terlalu sulit, hanya segelas plastik berisikan adonan kue rangi yang terdiri dari parutan kelapa agak panjang sekitar 5 cm an dicampur dengan sagu Obeng dan sedikit garam. Adonan tersebut di tuangkan di atas cetakan yang terdiri dari 2 besi yang sudah dibuat lubang-lubang untuk adonan kue tersebut. Ditutup dan kemudian pak Tua tersebut meneteskan beberapa minyak tanah ke potongan kayu kedalam tungku pemanas adonan tersebut dan kemudian dibakar dan ditiupnya dengan suluh. Apipun mulai menyala membakar cetakan kue tersebut

Rabu, 17 Februari 2010

Wanita jaman sekarang

Sejak dulu memang wanita harus pandai mengatur dirinya. Terutana ketika seorang wanita memutuskan untuk hidup berumah tangga. Problema dalam rumah tangga akan sering kali muncul jika antara dua orang yang berbeda saling menampilkan keegoannya masing-masing. Saling merasa menang sendiri. Apalagi ditambah keaadan ekonomi yang kurang mendukung. Dari masalah yang kecilpun bisa menyulut menjadi masalah besar. Begitupula jika mempunya anak yang bermasalah seperti jika anak tersebut mempunyai masalah bawaan sejak bayinya, jika tidak kuat-kuatnya seorang wanita dan tidak ada dukungan yang kuat dari pasanganpun bisa membuat perempuan menjadi down. Banyak juga wanita jaman sekarang yang benar-benar survive sekali terutama dalam mengasuh anak-anaknya. Di samping mereka harus membantu suami dalam mencari nafkah, mengajar anak-anaknya ketika pulang kantor, menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Sampai kadang-kadang mereka lupa akan memanjakan dirinya. Saya salut sekali dengan wanita-wanita atau ibu-ibu yang bisa dengan sabar mengasuh anak mereka yang dalam masalah cacat bawaan menjadi anak yang berguna untuk dirinya dan keluarganya di masa depan. Memang seorang wanita tidak hanya dituntut untuk menjadi seorang teman , ibu bagi anak-anaknya dan pacar atau istri bagi suaminya. Makanya tidak salah jika di dalam agama Islam, Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan bahwa kita harus menghargai ibumu, ibumu dan ibumu. Dan memang pengorbanan seorang wanta atau seorang ibu banyak sekali. Tapi itulah yang membuat seorang wanita diberikan penghargaan yang besar dibanding dengan kaum laki-laki. Tanpa menyampingkan peranan seorang laki-laki sebagai seorang pimpinan di dalam keluarga.
Komitmen yang kuat diantara pasangan sangat diperlukan. Karena hidup ini bukan hanya indahnya saja, tapi ada variasinya, kadang-kadang detik ini gembira bisa jadi detik berikutnya sedih. Besok ada di atas besok lagi di bawah, jika tidak ada saling keterbukaan dan saling dukungan antar sesama , bisa dibayangkan lagi seperti apa kehidupan ini. Apalagi di masa sekarang ini, ekonomi sangat berpengaruh sekali. Jika ada uang abang sayang, jika tidak ada abang di tendang. Banyak wanita yang tidakj kuat menghadapi keadaan seperti sekarang ini, terlebih-lebih jika sang suami kena pemutusan hubungan kerja, dan untuk melamar suatu pekerjaan tidaklah mudah, anak-anak masih perlu dana yang besar untuk sekolah dan kehidupannya, sementara kehidupan harus berjalan terus dan semuanya harus di selesaikan dalam waktu yang bersamaan. Banyak wanita yang tidak kuat menghadapinya, kadang-kadang jalan pintaslah yang mereka lakukan yaitu perceraian. Sementara sang suamipun menjadi bingung dan bahkan kadang-kadang ada yang sampai stres ataupun stroke. Dan hal inilah yang membuat semakin beratnya kehidupan ini. Anak- anak banyak yang tidak punya pegangan hidup karenanya. Mereka menjadi terombang-ambing antara ikut ibu ataupun ayahnya. Jika seandainya ketika perjanjian dalam suatu perkawinan diterapkan, hidup bersama-sama dalam keadaan senang ataupun duka, mungkin hal itu tidak akan terjadi. Tetapi hal itu , mungkin hanya orang-orang yang survive dan komitmen tinggilah yang bisa menghadapinya. Istilah Alloh akan memberikan cobaan sesuai dengan batas kemampuan umatpun sudah tidak banyak mengena, apalagi dalam masalah ekonomi. Berbahagialah kaum wanita yang bisa survive dalam kehidupan bersama dengan suami dan dapat mengantar anak-anaknya ke masa depan yang cerah. Hanya doalah yang saya mohonkan agar diriku menjadi seorang wanita yang bisa mengantarkan anak-anakku menjadi anak-anak yang berguna bagi kehidupannya sendiri, keluarga, agama dan negaranya. Amien.

Rabu, 06 Januari 2010

Tetangga

Kehidupan di kota seperti Bekasipun memanglah komplek. Terutama bagi para pendatang. Seperti juga kehidupan di komplekku. Sangat komplek, bukan hanya karena hidup dilingkungan tetangga yang hidup dan bekerja dalam satu instansi, tetapi juga hidup di lingkungan yang masih berbau kampung. Karena daerah yang saya huni memang daerah komplek di antara perkampungan. Jadi masalah yang timbulpun komplek sekali. Hubungan sosial di antara penghuni komplekku bisa dianggap kompak. Tetapi sayangnya ada segi negatifnya juga, yaitu ketika ada isu atau kasus yang menimpa salah satu penghuni tersebut, bisa dengan mudah menyebar kemana-mana, terutama ketika kumpul-kumpul atau arisan Ibu-Ibu atau Bapak-bapak. Sementara bagi pendatang di komplek tersebut seperti diriku membuat kurang nyaman, apalagi kalau melihat pendatang yang lebih tinggi tingkat sosialnya dari mereka. Ramelah gosip-gosip di lingkungan komplekku tersebut. Kadang-kadang membuat telinga panas, padahal hal yang digosipkan itu belum tentu benar. Seperti yang sering kudengar dari seorang tetangga pendatang sebelah rumahku. Eh , Ibu Rina, tahu nggak bu, saya pusing deh bu tinggal di sini. Tadinya saya mau diamkan, tetapi lama-lama Ibu itu semakin keterlaluan, bayangin saja ya Bu, saya kerja mati-matian dari pagi sampai malam membanting tulang, eh mereka pikir saya itu tidak mau bersosialisasi. Katanya Ibu itu cari duit terus, sampai tidak mau kenal orang, mending kalau kaya. Saya , hanya bisa menarik nafas saja, sudahlah bu Tati, tidak usah di dengar, mungkin lainkali, jika Ibu punya waktu luang bisa ikutan salah satu kegiatan disini kataku mengingatkan. Karena kita orang pendatang bu, apalagi kita tidak sekantor dengan mereka. Jadinya ya di terima aja bu. Mungkin , lain waktu juga mereka akan mengerti. Tak usah dipikirkan bu. Jangankan Ibu, saya dengarpun ada salah satu tetangga kita yang satu instansipun diceritakan tentang aibnya di kantor, padahal kan itu tidak perlu sama sekali, dan mungkin karena satu kompleklah mereka berani untuk bicara seperti itu.

Kamis, 24 Desember 2009

Sang Pemimpi

Pulang setengah hari dari kantor, amatlah menyenangkan terutama menjelang hari-hari besar Agama, seperti menjelang natal tahun ini. Kantorku memberikan fasilitas tersebut terutama bagi yang merayakannya. Banyak teman-temanku sudah mempunyai planning untuk mengisinya. Ada yang janjian shopping ke mall-mall bersama dengan rekan-rekan dari kantor yang lainnya. Ada yang janjian makan bersama sesama teman kantor atau kerabat lama, dan ada juga yang ingin pulang langsung bertemu dengan amak-anaknya yang kebetulan sudah liburan sekolah. Banyak sekali aktifitas yang bisa dilakukan, yang pasti semua menyenangkan.. Begitupula dengan diriku, sebelumnya saya sudah berjanjian dengan teman dari kantor lain, tetapi berhubung harus menunggu sekitar 2 jam an lebih, dan untuk menghindari kebetean nunggu di kantor, sementara suasana kantor sudah sunyi senyap, akhirnya dibatalah janjian itu. Postphone sampai tahun depan.. Akhirnya, saya pulang bersama-sama 2 orang temanku yang searah. Perjalanan tidak terlalu ramai, hanya sedikit macet disekitar Gatot Subroto, setelah itu kosong. Tetapi untuk naik bis , memang agak susah terutama sekitar jam 13.00, karena jarang orang pulang kantor pada jam tersebut. Alhamdulilah , sampailah kami bertiga di Jatibening. Kami berpisah arah, saya naik bis lagi jurusan Bekasi Timur. Hpku berdering-dering, anakku menanyakan keberadaanku, karena dia tidak sabar untuk bertemuku. Akhirnya, 30 menit kemudian, sampailah saya di rumah. Anak-anakku sudah bersiap untuk mengajakku menonton Film Sang Pemimpi. Dengan tubuh agak sedikit lelah apalagi saya dalam keadaan puasa, pergilah kami berempat ke BTC. Kira-kira 15 menit, sampailah kami di BTC. Film, dimulai 15 menit lagi yaitu sekitar jam 14.45, tetapi sayang tiketnya hanya tersisa 3 lembar lagi, dan itupun harus duduk terpisah. Sementara session kedua baru ada lagi sekitar jam 17.20, lama sekali. Nunggu lagi sekitar 2.5 jam an lagi. berhubung tiketnya hanya tersisa 3 lembar lagi, akihirnya kita putuskan untuk menunggu session ke 2. Anak-anak mulai bete, anakku yang ke 2 sudah ingin pulang, sementara kalau pulang, memakan ongkos lagi yang sebenarnya bisa dihemat. Saya memutar otak, supaya anak-anakku tidak bete. Saya mengajak anak-anakku makan siang dulu di restaurant Menteng. Mereka agak sedikit terhibur, tapi sayang waktu menunggunya masih agak panjang , masih sekitar 1 1/2 jam lagi. Lalu, saya ajak berkeliling ke toko-toko yang ada di dalam BTC tersebut. Saya pikir sekalian juga mencari kebutuhan krudung dan baju muslim, apa salahnya, kan juga sudah ada budgetnya. Akhirnya, kami belanja krudung, baju muslim dan juga sprei yang kebetulan juga diperlukan. Jam sudah menujnjukan jam 16.45. Masih ada sekitar 30 menit lagi, anak-anakku sudah mulai bosan lagi, sementara suara merdu dari studio film tersebut terdengar memberitahukan bahwa studio 3 telah dibuka, anak-anakku kegirangan mendengarnya , mereka pikir mereka bisa masuk. Ternyata tiket film yang kita tonton adalah tiket untuk studio 1. Kembali lagi mereka kesal, kok lama banget ya. Tak lama kemudian , setelah jeda 5 menint, terdengarlah suara merdu pemberitahuan tentang dibukanya studio 2. Ah.... kok lama banget ya untuk studio 1 kata anakku yang kecil. Mungkin sebentar lagi,sambil menenangkannya. Kurang lebih jam 17.05 , terdengarlah suara merdu pemberitahuan untuk studio1. Anak-anakku kegirangan, ayo mama....mama, kita langsung ke studio 1 itu, udah di buka teriaknya. Iya...iya, kataku sambil menunjukkan tiket tersebut ke penjaga pintu masuk studio 1 yang manis. Masuklah kami berempat. Penontonnya banyak sekali.. Tercapailah keinginan anak-anakku untuk nonton film tersebut, dan itulah salah satu dari impian mereka juga.

Selasa, 04 Agustus 2009

Gurah dan Bekam

Untuk menghindari memakan obat-obatan kimia dari dokter dan memgurangi biaya berobat, makin banyak orang yang mendatangi pengobatan-pengobatan tradisional seperti Gurah, Bekam, Ruqiyah atau Holistik. Makanya tidak heran banyak sekali trend orang untuk mendirikan klinik-klinik tradisional seperti Gurah dan Bekam. Dengan gurah maupun bekam, penyakit dari yang kecil sampai yang besar dapat di sembuhkan. Tetapi dengan satu syarat harus yakin dan rajin ke kliniknya. Seperti penyakit amandel atau batuk-batuk yang menahun , dengan gurah amandel tersebut bisa mengecil dan dada bisa agak lumayan plong, karena setelah di masukkan cairan tradisional di masukkan ke hidung dan di tahan selama 5 menit, obat itu akan menstimulasikan otak=otak kita. Cairan tersebut akan merangsang otak untuk membuat perintah ke organ-organ tubuh untuk mengeluarkan lendir yang akan keluar dari mulut, dan hal itu bisa membuat lendir tersebut keluar dengan sendrinya melalui mulut dan hidung. Dan hal itu akan memakan waktu sekitar 1 jam an lagi.

Atasan yang tidak konsisten

Dalam suatu kantor, memang tidaklah menyenangkan jika seorang bawahan mempunyai atasan yang tidak konsisten. Besok atasan bilang A, dan besok lagi bilang B, dan lain hari lagi bilang C. Kata orang capek deh mengikutinya. Karena dyaari hari ke hari, bukan semakin enak bekerjanya tetapi malah membuat pusing. Ganti atasan bukan tambah baik, tapi tambah runyam. Ataukah mungkin sengaja strateginya seperti itu, agar para bawahan yang lama-lama tidak kerasan dan meninggalkan pekerjaannya satu persatu, ataukah atasan tersebut untuk memcari muka atau nama dari atasannya lagi. Untung aja, banyak yang tidak ambil pusing dengan cara atasan tersebut, anggap aja sedang belajar menguasai tempat yang berbeda dari tempat bekerja atasan itu dulu. Memang bete deh mengikutinya, tapi apa boleh buat karena mencari kerja di masa ini agak sulit terutama saingan yang semakin kompetitif, dan usia juga sudah tidak muda lagi. Segala peraturan yang diterapkannya tidak mungkin kita bantah, dan mungkin kita sedikit beragumentasi dengannya. Yang penting jalan saja dengan ngedumel istilah jawanya....dan cari selamat aja.

Sabtu, 01 Agustus 2009

Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya

Malam minggu, tidak seperti biasanya kami dan beberapa tetangga kami duduk-duduk sambil mengobrol dari mulai pembangunan rumah tetanggaku sampai pada urusan pendidikan anak.
Seru sekali, dan kebetulan sebelahku ada tetangga baru dari Bangka, dan tetangga baruku enak juga di ajak mengobrolnya. Bukan saja dengan diriku maupun dengan tetangga di lingkunganku juga. Mulai obrolan memgenai rujak, kue, pembangunan rumah sampai menyerempet ke Pendidikan anak-anak, terutama pendidikan anak-anak pada zaman sekarang. Mereka kritis sekali. Dan merekapun dengan cepat menyerap hal-hal apa saja dari yang mereka lihat dan dengar. Makanya jangan salah kalau anak kecil seumur 3 tahun, sudah bisa meniru perbuatan ataupun perkataan dari orang tuanya maupun lingkungannya dengan cepat. Kalau yang baik di serap bagus sekali hasilnya, tapi bagi contoh yang jelek, wah wah benar berabe sekali. Dan hal itu terjadi dengan anak dari salah seorang tetanggaku. Anak itu benar-benar liar, tidak seperti kenakalan seorang anak biasanya. Walaupun baru 3 tahunan tetapi cara bicara, gaya dan tingkah laku anak lelaki tersebut di atas usianya, dan dianggap sudah dewasa. Sampai-sampai kita yang sedang mengobrolpun saling terperangah.. Oh ini, ajaran atau contoh dari lingkungannya atau dari Ibu dan Bapaknya.

Senin, 20 Juli 2009

Ibu (Mother)

Kita harus bersyukur jika , kita masih mempunyai orang tua yang masih lengkap. Di mana kita masih bisa mencurahkan rasa hati kita dengan mereka. Mereka selalu melindungi dan memberikan solusi, walaupun kadang-kadang belum tentu sesuai dengan hati kita. Tapi itulah orang tua, terutama Ibu. Saya baru merasakan artimu begitu besar ketika anak-anakku tumbuh menjadi besar. Mereka seperti diriku, merasa nyaman jika sudah ada dalam pelukanku. Setiap hari mereka bercerita tentang teman-teman di sekolah, maupun di lingkungan sekitarnya. Apalagi anak-anak laki-lakiku yang sudah tumbuh menjadi ABG. Banyak pertanyaan mengenai teman wanita dan kehidupan tentang orang dewasa. Mungkin begitulah saya dan ibu-ibu muda yang lainnya seperti itu ketika waktu ABG dulu. Oh, tidak terasa perjalanan hidup dari mulai masih bayi sampai dewasa, dan sampai akhirnya sama seperti keadaan ibu maupun ayah kita. Terutama Ibu, yang begitu sabar, walaupun mereka kadang-kadang melupakan kehidupan pribadinya, demi kebahagiaan anaknya. Tapi, kadang-kadang anak tidak mengerti keadaan orangtua terutama ibunya. Mungkin kdang-kadang karena didikan dalam keluarga ataupun pengaruh lingkungan yang kadang-kadang lebih kuat daripada didikan di rumah. Ibumu, Ibumu, Ibumu , Rasululah (Nabi Muhammad) selalu menjelaskan bahwa Ibu harus dihormati dan di sayangi, baru kemudian ayahmu. Betapa besar arti seorang Ibu. Sampai-sampai ada pepatah bahwa sorga itu " ada di telapak kaki Ibu ".

Selasa, 07 Juli 2009

Resep Awet Muda

Jam sudah menunjukkan jam 16.00. Tepat alarmku berbunyi, tanda pulang kantor sudah menjelang. Saya berberes seperti biasanya, menutup toko yang kubuka setiap jam 07.30 pagi.
Toko itu hanya istilah saja di dalam kantorku. Tanpa terasa, jampun cepat sekali menunjukkan angka 16.30. Wah, cepat banget ya, sholat ashar aja belum tapi jam sudah menunjukkan angka tersebut. Saya bergegas ke toilet untuk mengambil wudhu dan selanjutnya ke ruanganku kembali untuk sholat ashar, sebelum pulang. Enak kalau sudah sholat, tidak ada beban lagi, pulangpun bisa agak santaian. Saya langsung bergegas turun ke lobbi gedung pencakar langit tersebut di mana saya biasa bekerja. Sambil menuruni anak tangga yang ada di lobbi tersebut, saya melihat ke jalaman di mana bis-bis, metro mini serta mobil dan motor berseliweran. Kulihat bis yang biasa kutumpangi melewati pintu gerbang dari gedungku. Cepat-cepat saya berlari untuk menghadangnya, agar tidak tertinggal. Sesampainya di dalam bis tersebut, Alhamdulilah ternyata bis tersebut belum terlalu penuh. Saya mengambil tempat pada bangku ketiga di belakang sopir.
Sebelahku, di dekat jendela ada seorang wanita muda yang sudah terlelap tidur, mungkin karena kecapean. Saya duduk di ujung tempat duduk tersebut, sementara di tengahnya kosong. Bispun berlalu seperti biasanya. Sang kenekpun memanggil penumpang untuk naik di bis tersebut. Ketika di depan halte Universitas Atmajaya, naiklah seorang ibu yang sudah agak tua dengan membawa sebuah payung di tangannya. Si Ibu tersebut mencari-cari tempat untuk duduk, dan kebetulan tempat yang saya duduki masih ada yang kosong. Saya beringsut, untuk memberikan tempat kepada si Ibu tersebut. Kebetulan pada waktu itu, saya sedang asyik makan kacang goreng yang kubeli dari tukang asongan yang menjajakan kacang, tahu dan makanan lainnya di dalam bis tersebut. Si Ibu tersenyum melihat saya. Ibu dari mana sapaku kepadanya, kok Ibu masih berjalan seorang diri tanpa ditemani suami atau anaknya. Si Ibu tersenyum menatapku, dia memanggil Ibu juga kepadaku. Saya berpikir apakah saya juga sudah tua juga, sehingga Ibu tersebut memanggil Ibu juga padaku. Omomg punya omong dengan Ibu tersebut, ternyata Ibu tersebut sudah berumur hampir 80 tahunan, dan beliau masih sanggup untuk kemana-mana sendiri sementara banyak orang tua sebayanya, jangankan untuk berjalan pulang balik sejauh itu sendiri, untuk berjalan-jalan di sekitar rumahpun belum tentu kuat. Saya benar-benar tercenggang lagi ketika saya terlelap tidur seperti biasanya, dia tidak juga tertidur layaknya orang tua lainnya. Oh. Ibu , saya salut sekali kepada Ibu tersebut, tetap awet muda dan gagahnya di usia seperti itu. Resepnya yang terakhir dia pesankan adalah selalu menerima apa adanya, dan selalu berpegangan dan berlindung lkepada Alloh yang maha kuasa. Oh, Alloh, mudah-mudahan saya bisa seperti dirinya.

Selasa, 07 April 2009

Cerita Burung Hantu Yang Bijak

Mama, ceritakan dong lagi tentang seekor burung hantu yang bijak Ma, rajuk anakku. Kenapa kamu begitu terkesan dengan cerita itu sayang, tanya diriku kepadanya. Bagus Ma, katanya lagi.
Oke mama akan bercerita lagi. " Di suatu kerajaan antah berantah, hiduplah seorang raja yang kurang percaya diri akan setiap keputusan yang dibuatnya. Setiap keputusan , selalu di tanyakan kepada seekor burung hantu yang bijak yang tinggal di sebatang pohon mahoni besar di tengah hutan. Beliau tidak pernah meminta pendapat dari Perdana Mentrinya, tetapi beliau lebih percaya dengan perkataan burung hantu tersebut. Memang pendapat yang diberikan oleh burung hantu tersebut banyak andil bagi Raja tersebut dalam memerintah kerajaannya. Sampai suatu saat Sang Perdana Mentri merasa kesal atas sikap rajanya. Ketika sang Raja pergi ke hutan , dengan tanpa disadarinya sang Perdana Mentri mengendap-endap mengikutinya. Setelah selesai Sang Rajapun pulang dengan puas setelah mendengar pendapat dari burung tersebut. Perdana Mentripun tidak membuang waktu lagi, ditukarlah burung hantu tersebut dengan burung hantu yang bodoh. Burung hantu yang bijakpun dimasukkan di dalam sangkar untuk di bawa kerumahnya. Suatu ketika sang Raja yang tidak percaya diripun datang lagi, dan meminta pendapat dari burung hantu yang telah di tukar dengan burung hantu yang bodoh tersebut. Pertama kali sampai ketiga kalinya, semua pendapat yang diberikan burung hantu bodoh itu dituruti , tetapi apa yang terjadi semua pendapat tersebut membuat perpecahan dikalangan kerajaan tersebut. Tidak ada lagi rakyat yang suka kepada Raja tersebut. Justru Sang Perdana Mentri yang banyak mengikuti pendapat dari burung hantu yang bijak, menjadi disenangi oleh rakyat kerajaan tersebut. Akhirnya Sang Raja baru sadar bahwa dia harus membuat keputusan sendiri tanpa mengikuti burung hantu yang bodoh itu lagi. Dan beliau kembali memerintah dengan bijak dengan mengajak bermusyawarah Sang Perdana Mentrinya yang tidak pernah didengar pendapatnya sebelumnya. Burung hantu yang bijakpun sangat senang, karena Sang Raja dan Perdana Mentrinya, kedua-duanya telah sadar akan kekeliruannya selama ini. Dan ketika sangkarnya terbuka burung hantu itupun terbang dengan bebasnya mencari tempat yang disenanginya. Itu hanya suatu metafora, dimana orang harus yakin akan kemampuan dirinya sendiri.

Kamis, 26 Maret 2009

Sebuah kejutan kecil

Jam menunjukkan angka 11.30, detik-detik mendekati angka ke 12.00 malam. Terasa semilir angin malam menusuk -nusuk dada seorang lelaki setengah baya menanti malam yang indah yang akan penuh dengan kejutan. Di meja sudah di siapkan donat JCo, susu Ultra dan Indomilk yang segar, sekotak juice rasberry, dan beberapa hidangan yang telah di siapkan sore itu. Bak, laksana di rumah makan. Dengan diiringi lagu-lagu romantis tempo dulu, begitu mengasyikkan. Detik-detik berlalu, sambil bak seorang DJ, laki-laki tersebut memainkan komputernya . Ketika 15 menit menjelang angka 12 , di bangunkanlah 2 anak lelakinya yang sudah ABG dan 2 anak perempuannya yang masih kecil-kecil. Dengan mata-mata yang masih berukuran 5 watt, dengan berkejap-kejap, mereka menanyakan ada apa di bangunkan tengah malam. Adakah sesuatu yang teramat penting. Lelaki tersebut meminta mereka untuk membangunkan ibu mereka yang sangat terlelap karena kelelahan sehabis kerja seharian. Dengan mengusap-usap kening sang istri, Lelaki tersebut mengucapkan kata-kata yang teramat manis " Selamat Ulang Tahun Semoga Panjang Umur dan sehat selalu buat Istri dan Ibu bagi ke 4 anak-anaknya yang manis", begitu pula dengan anak-anaknya . SangIstri, tersenyum haru dan bahagia di kelilingi orang-orang tercintanya. Walaupun tidak ada kado yang special , tapi malam tersebut adalah benar-benar suatu kejutan yang terindah. Akhirnya mereka bersantap hidangan yang ada di meja dengan ucapan doa syukur yang tak terkira atas anugrahnya yang besar kepada keluarganya. Lagu romantis pun terdengar lagi.... oh serasa kembali jadi penganten baru lagi...... Terima kasih untuk keluargaku tercinta, tanpamu semua kehidupan ini terasa tak berarti.

Sabtu, 28 Februari 2009

Hidup Boros

Banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan pada awal bulan dari berbagai supermarket, hypermart ,bazaar-bazaar, toko-toko kelas kecil sampai kelas tinggi. Semua pada umumnya mengiming-imingi dengan diskon besar-besaran dari mulai 10 % sampai 70% diskon, beli 1 dapat 1. Sehingga banyak terlihat di supermarket dan toko-toko tersebut banyak orang bahkan sampai antri untuk mendapatkan barang diskon tersebut. Tetapi, kalau sudah tengah bulan, mulailah kelengangan di toko-toko tersebut, sekalipun ada diskon, tidak terkecuali di kantor-kantor besar, di mana banyak perusahaan produk tertentu seperti sepatu bermerk, parfum-parfum, baju-baju, celana-celana Jeans sampai barang elektronik. Biasanya kalau di kantor-kantor besar, walaupun lagi paceklik tetap para pegawai-pegawai kantor-kantor tersebut berbondong-bondong melihat dan membelinya walaupun menggunakan kartu kredit. Kadang-kadang terdengar di antara karyawan tersebut mengeluhkan kalau gajian mereka sudah kembang-kempis di pertengahan bulan. Karena banyak pengeluaran terutama untuk pembayaran kartu kredit yang bunganya sangat tinggi dan bahkan bisa hampir melebihi dari gaji karyawan tersebut. Dan mungkin itu adalah salah satu tanda-tanda keborosan , akibat gaya hidup terutama di lingkungan menengah ke atas di Jakarta dan kota-kota besar. Sebenarnya , kita bisa belajar dari kehidupan di bawah kita , seperti seorang office girl di sebuah kantor besar, yang bisa menyekolahkan 2 anaknya sampai lulus perguruan tinggi ternama, dan bisa pergi ke haji. Dengan gaji yang pas-pasan, dia masih bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk menabung. Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari salah satu contoh kehidupan tersebut. Memang, semakin besar kenikmatan yang kita dapat dan semakin besar pula keinginan konsumtif kita.

Rabu, 18 Februari 2009

Sabar dan Ikhlas

Kata orang sabar itu ada batasnya. Tetapi sebenarnya sabar itu tidak ada batasnya. Karena sepanjang hidup, manusia akan di uji oleh Yang Maha Kuasa. Baik berupa kesenangan maupun
kesusahan. Pada umumnya , kita kuat dalam menghadapi cobaan berupa kesusahan , tetapi sangat sulit apabila dalam ujian kesenangan. Pada waktu senang kita lupa akan segala bentuk kesusahan, dan bahkan banyak yang lupa kepada asal muasalnya. Insya Alloh, kita bukan termasuk orang-orang yang lupa akan nikmat yang di berikan olehNYA. Karena pas, susah kita selalu banyak meminta kepada NYA, tetapi di kala senang kita lupa bersyukur kepada NYA.
Memang agak susah untuk menjadi sabar disertai ikhlas. Misalnya saja, jika kita memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Kita selalu berkata saya memberinya dengan ikhlas kok. Tetapi, suatu ketika orang yang kita bantu tersebut membuat jengkel hati kita, apa yang terjadi, .... banyaklah dari hati kita yang tidak ikhlas. Karena tidak gara-gara saya, kamu tidak akan menjadi baik begini atau bla..... bla. Yang membuat hilangnya amal-amal kita. Adalagi orang-orang yang sudah berdoa berlama-lama untuk kaya, tetapi karena belum terkabul juga, akhirnya kesabarannya hilang, kok Alloh belum-belum juga memberikan kekayaan seperti yang diinginkannya. Jika tidak diikuti dengan kesabaran dan keikhlasan, pastilah banyak yang mencari jalan pintas, seperti jadi koruptor, manipulasi sana-sini , mencari alternatif lainnya yang kurang baik. Nauzu billah min zalik, Mudah-mudahan kita tidak termasuk salah satunya.

Senin, 16 Februari 2009

Unique

Setiap anak mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Itu terlihat dari perilakunya setiap hari.
Ada yang senang memasak, mempelajari matematika, olahraga, bersosialisasi. Untungnya anak-anakku tersebut masih bisa termonitor terus , walaupun kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sedikit waktu untuk bisa bercerita karena mereka sudah capek dengan segala aktivitasnya masing-masing. Yang kecil, senang mempelajari matematika, kalau ditanya mau jadi apa besar nanti, dia pasti bilang mau jadi pengusaha.... he... he, bagus sekali, apalagi dijaman sekarang ini, perlu orang yang banyak berkreasi menciptakan lapangan kerja yang luas. Setiap liburan, tak lupa selalu ada di tas kecilnya, buku catatan dan latihan matematika.
Setiap pulang kantor, dia selalu meminta dibuatkan latihan-latihan soal matematika, walaupun untuk seukuran anak kelas satu sudah terlampau berat. Tapi keinginanannya yang besar membuat dia bisa mengalahkan kakaknya yang kelas lima. Sementara, kakaknya yang perempuan,walaupun kelihatan tomboy, tetapi dia sangat gemar masak. Terutama masak nasi goreng. Pembantu rumah tanggapun hanya melihat saja, jika dia sedang masak, pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi, alhamdulilah dengan ketrampilan membuat nasi goreng tersebut, dia berhasil menjadi juara kedua lomba masak di sekolahnya. Sementara yang kakaknya yang laki-laki, sangat senang dengan futsal/Sepakbola. Walaupun , kakinya memar, tetap saja di jalani juga. Memang unik sekali, apalagi jika di dalam keluarga lebih dari 3 anak, wah semakin banyak keunikannya, dan semakin seru saja. Pantas, orang tua dulu suka mempunyai anak lebih dari 3. Di samping banyak rejeki, juga banyak keunikannya.

Sabtu, 07 Februari 2009

Hujan

Sejak malam hujan tak berhenti membasahi bumi. Mau bangun terasa malas, karena hawanya dingin sekali. Untung hari minggu, jadi bisa tidur lagi sehabis sholat subuh.
Kasihan sekali ibu-ibu yang mempunyai balita. Pakaian-pakaian maupun celana-celana hampir tidak kering . Dan terlihat di muka-muka rumah, bergelantungan gantungan baju. Wah, benar-
benar merusak pemandangan. Terlihatnya jadi kumuh. Tapi, apa mau dikata, ya begitulah keadaannya , daripada tidak pakai baju kering sama sekali.
Alhamdulilah sekelilingku hanya tergenang air saja, sementara beberapa komplek di daerahku, semua banyak yang terendam air, hampir lebih dari semata kaki. Ojek-ojek tidak ada yang berani melewati daerah-daerah tersebut, karena takut knalpotnya kemasukan air, dan alhasil tidak bisa jalan lagi, dan tidak bisa untuk mencari makan. Suasana seperti itu bukan saja terjadi didaerah komplek di sekitarku, tetapi juga hampir di beberapa daerah kota Jakarta. Mungkin, bisa kita lihat juga sebenarnya kalau kita sadar untuk rajin membersihkan sampah-sampah yang ada di selokan-selokan dari rumah kita maupun lingkungan kita, serta pembuatan lubang-lubang air (hydranage) yang baik, mungkin sedikit dan bahkan dapat membuat daerah/lingkungan kita tidak terendam seperti itu. Tetapi sayangnya, masih banyak masyarakat maupun warga yang kurang menyadari hal itu. Dan baru sadarnya kalau sudah terjadi dampak yang kurang mengenakan tersebut.

Sabtu, 31 Januari 2009

Belajar Nyanyi

Aduh susahnya ya belajar nyanyi kalau yang benar-benar serius. Harus pas nada masuknya, mengetahui rapat dan renggangnya nada, harus menghayati, vibrasinya yang tepat dan mungkin masih banyak peraturan nyanyi yang lainnya. Makanya untuk les menyanyi yang benar, dan untuk orang yang kurang berbakat, mungkin satu lagu bisa satu bulan benarnya he.....he....
Kalau hanya nyanyi sekedar pengisi waktu senggang dan bernyanyi ala musik kamar mandi pasti semua orang bisa. Berbahagialah yang punya talent dalam bidang nyanyi ataupun musik yang di anugrahi oleh yang Maha Kuasa dan itu patutlah disukuri. Kalau yang benar-benar ingin menyanyi yang baik, terutama yang tidak punya bakat, pastilah banyak kendalanya. Salah sedikit menyanyikan satu lagu saja, bisa-bisa kita di tinggalkan para penonton atau bahkan yang lebih parah bisa disorakin atau dilempar Aqua. Aduh mak...... Tapi, janganlah berputus asa, walaupun tidak mempunyai bakat dalam menyanyi , asal tekun dan sabar, pastilah akan berhasil juga. Yang penting benar -benar tekad/kemauan dan usaha yang keras pastilah berhasil, walaupun dengan waktu yang agak lama di bandingkan yang sudah punya bakat. Buat yang mau belajar nyanyi, sekali lagi jangan lupa tekad/kemauan dan usaha yang tekun. Insya Alloh, pasti berhasil, dan jangan lupa berdoa untuk dimudahkan dalam menerima dan menangkap dari ilmu menyanyi tersebut.

Jumat, 09 Januari 2009

Anak ABG

Dering telpon tidak berhenti-henti, habis yang kakaknya dapat telpon, kemudian menyusul adiknya. Setiap 10 menit pasti ada saja telp. Ya , begitulah ulah anak-anak baru gede (ABG).
Apalagi pada jaman sekarang, arus kemajuan komunikasi berjalan dengan pesatnya. Dari mulai telpon hp yang paling mahal sampai yang paling murah, dari internet sampai yang namanya blueberry.
Akibat kemajuan teknologi dibidang hp, mulai dari anak SD sampai kakek-nenek menggunakannya. Yang sampai akhirnya, mereka kadang-kadang terlupa akan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas yang lainnya. Sepanjang jalan asyik bersms-smsan, yang akhirnya sampai keluar lagi smsan yang begitu populer dari anak- anak kecil sampai orang dewasa.
Mungkin karena pesatnya tersebut dan banyak keuntungannya, maka banyak perusahaan provider telp seperti indosat, telkom, axis, saling berlomba-lomba untuk menjual sim cardnya dari seharga Rp. 3,000 sampai seharga Rp. 150,000,-. Dan kebetulan banyak abg sebagai lahan pasarnya yang empuk, apalagi di Indonesia, yang penduduk mudanya lebih banyak dari negara lain.

Selasa, 06 Januari 2009

Vitamin C

Mah, ada cerita lucu deh mah di sekolah, cerita anakku suatu pagi. Begini nih mah, ada beberapa guru sedang berkumpul , dan kebetulan salah seorang guru sambil iseng bertanya ke rekan sesama guru sambil menunjuk ke buah jambu yang dibawanya. Ni, buah jambu ini mengandung vitamin apa ya , A atau C. Kebetulan anakku dan rekan-rekannya melewati kumpulan guru-guru tersebut , sambil mencuri dengar pembicaraan sang Guru. Ketika pertanyaan itu keluar dari salah seorang guru tersebut, maka dengan spontan anakku menjawab ya Vit C lah bu. gitu aja nggak tahu . Guru yang mendengar tersebut tersenyum. Ternyata jaman sekarang pintaran muridnya dari pada Gurunya.

Kalau tidak bisa harus bertanya

Seperti biasa anakku yang terkecil (kelas 1 SD) selalu bercerita tentang teman-teman di sekolahnya. Ketika itu ulangan di sekolah. Mereka duduk satu meja satu orang, dan diawasi oleh seorang guru.
Semua asyik mengerjakan ulangan yang diberikan di meja masing-masing. Kebetulan, pada saat itu ada soal yang membuat anakku agak bingung mengerjakannya. Dia teringat akan pesan gurunya, kalau tidak bisa boleh bertanya. Anak- anak memang sangat polos sekali. Dia mengacungkan tangannya, Bu Anna saya mau tanya, kata anakku tersebut. Mau tanya apa Neng?
tanya gurunya. Bu, karena susah, saya mau tanya tentang jawabannya dari nomor-nomor ini , soalnya kata Pak Guru, kalau nggak bisa boleh tanya, dan kebetulan saya tidak bisa. Ger......saja
gurunya langsung tersenyum.... Kerjakan sendiri sayang, kan ini ulangan bukan latihan. Anakku hanya menggumam katanya boleh tanya, kok malah suruh jawab sendiri..... he...he.....

Minggu, 04 Januari 2009

Termakan Iklan

Pulang dari belanja bulanan, anakku yang nomor 2 , tiba-tiba masuk ke kamar mandi dengan membawa satu sabun mandi dan pisau. Saya tidak mengira, kalau sabun yang dibawanya tersebut bukan untuk mandi , melainkan di potong-potong menjadi 4 bagian. Saya benar-benar kaget, ketika melihatnya. Anakku juga agak terperanjat melihatku. Kenapa sayang, kok sabunnya di bagi empat, kan jadinya tidak enak kalau nanti dipakai mandi, tanyaku kepada anakku tersebut.
Anakku hanya menjawab dengan nada agak ketakutan, Ma, maaf , sabunnya kupotong 4 karena
mungkin ada uang Rp. 100,000 terdapat di dalamnya seperti yang dia lihat di iklan. Ternyata, setelah terbagi 4 ternyata tidak ada. Oh , ternyata anakku sudah benar-benar termakan iklan .
Untung hanya sabun mandi yang di potongnya. seandainya ada beberapa iklan saja yang mengiklan diproduknya bahwa akan ada hadiah langsung di setiap kemasannya, wah bisa berabe deh. Jangan-jangan semua belanjaan yang saya beli bisa di buka semuanya, bahkan di potong-potong seperti sabun tersebut. Lumayan deh bisa runyam.... urusannya.

Tahun Baru 2009

Perayaan tahun baru 2009 ini, banyak di rayakan di hampir seluruh pelosok di dunia. Tidak terkecuali di daerahku. Walaupun sangat sederhana tetapi perayaan tersebut berlangsung sangat meriah. Ibu-Ibu di komplekku membuat mie baso , makanan kesenangan kaum muda dan tua.
Sementara para pemuda dan bapak-bapak memasang tenda tanpa kursi-kursi, karena acara tersebut akan di buat sesederhana mungkin dengan menggelar tikar untuk lesehan. Tapi alhamdulilah, disamping merayakan tahun baru 2009 kita merayakan juga hari besar tahun baru hijriah . Pokoknya rame sekali, walaupun hanya karaokean semalaman, tapi benar-benar amat seru. Tepat jam 12 malam, bunyi terompet dan kembang api saling susul menyusul, dan kami semua saling bersalam-salaman. Di langit terlihat warna-warni akibat kembang api yang bermacam-macam.
Makna tahun baru pun harus lebih greget lagi. Jika dulu hanya sedikit yang kita capai, di tahun 2009 ini , kita harapkan semua sukses baik dalam kehidupan sosial, agama, politik, ekonomi dan keamanan. Selamat Tahun Baru 2009.

Jumat, 12 Desember 2008

Waiting for

Kata orang menunggu adalah hal yang paling menjemukan (boring/capek deh). Baik menunggu dari sesuatu yang enak apalagi yang tidak enak. Wasting time, kalau menunggunya udah berjam-jam tapi ketika sudah datang eh tak sesuai dengan hati.... capek deh. Yang paling enak , mungkin menunggunya di ruangan yang berAC, full musik, makanan enak-enak , apalagi yang ditunggunya uang gaji dan bonus akhir tahun, serasa hidup di Surga dunia deh. Tapi, sayang hal-hal yang di tunggu-tunggu ternyata tidak datang-datang, walaupun duduk santai di ruangan yang nyaman tetap aja serasa di penjara...... . Apalagi di jaman sekarang ini, gaya hidup yang menuntut semakin tinggi, sementara perusahaan banyak yang pada collapse, karena krisis global yang melanda di seluruh sektor kehidupan. Mungkin, selama penantian, kita di tempa untuk hidup lebih survive lagi tanpa mengurangi nilai-nilai kebaikan dalam hidup ini. Apapun yang terjadi , semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa. Berusahalah untuk tetap bersabar di dalam jalurNYA.

Selasa, 09 Desember 2008

Ritual 4 bulanan

Ritual 4 bulanan bagi kalangan ibu-ibu di komplekku merupakan suatu hal yang baru. Biasanya setiap calon ibu yang sedang hamil sekitar 7 bulanan, akan di rayakan ritual 7 bulanan, untuk menyambut sang bayi agar nanti terlahir dengan selamat. Tetapi sekarang ini, acara 7 bulanan tersebut sudah sangat kurang di rayakan. Menurut salah satu pemuka agama di komplekku , karena roh pertama kali di tiupkan ke calon bayi adalah pada usia kandungan menjelang 4 bulan, maka jadilah ritualnya menjadi 4 bulan. Karena selain roh ditiupkan untuk pertamakalinya ke calon bayi tersebut, pada saat itulah para Malaikat mencatat , umur, takdir, jodoh dan nasibnya.
Guna mengubah nasib anak menjadi lebih baik, maka di sunnahkan untuk mengadakan acara 4 bulanan. Pada acara itu, wanita yang sedang mengandung 4 bulan tersebut disarankan untuk membaca 7 surat yang ada di dalam AlQuran guna kelancaran, dan menjadikan sang calon bayi serta ke2 orang tua sang bayi selalu diberikan kebahagiaan , kelancaran di dalam segala hal dan sang bayi akan lahir menjadi anak dambaan kedua orang tua. 7 surat dalam Al Quran tersebut yaitu : Surat Yusuf, Surat Maryam, Surat Arrahman, Surat Al Anbiya, Surat Nur, Surat Thoha,Surat Lukman.

Sabtu, 06 Desember 2008

Berqurban

"Allohu Akbar-Allohu Akbar walilla ilham" sehari lagi akan terdengar di masjid-masjid, radio dan media massa yang lainnya. Lebaran haji sudah di ambang pintu. Walaupun lebaran tersebut terutama untuk para haji, tetapi lebaran tersebut merupakan hari bersejarah dimana Nabi Ibrahim mencontohkan kepada kita semua, bahwa kita diwajibkan berkurban dengan ikhlas, terutama bagi yang mampu. Dengan berkurban, kita bisa membagi kasih sayang kita kepada para fakir miskin yang membutuhkannya. Dan hewan kurban yang kita kurbankan akan menolong kita pada waktu di akhirat nanti. Ada beberapa cerita tentang Qurban tersebut yang sangat menggugah hati kita. Ada seorang ibu (Yuti), walaupun dalam keadaan papa , Ibu tersebut masih bisa untuk berkurban. Dengan kesehariannya mencuci pakaian di beberapa rumah dalam suatu komplek perumahan , beliau masih bisa menyisihkan uangnya untuk qurban. Beliau mengumpulkan uang tersebut dalam suatu bank. Dan kira-kira sudah terkumpul sekitar Rp. 750,000 , beliau sudah bisa membeli seekor kambing untuk di serahkan ke panitia kurban di mesjid dilingkungannya. Dengan niat yang ikhlas, dalam keadaan kondisi keuangan yang tidak beruntungpun Ibu tersebut masih bisa menyisihkan untuk membeli seekor kambing. Mudah-mudahan kita bisa lebih dari Ibu Yuti tersebut.